Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Ekonomi

BRI Peduli Bantu 300 Paket Sembako bagi Korban Banjir di Grobogan

11 Januari 2020, 14: 04: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

SERAHKAN BANTUAN: Bambang Widiyantoro Asistan Manajer Pemasaran Mikro BRI Cabang Purwodadi menyerahkan bantuan CSR kepada korban bencana banjir di posko  di Kabupaten Grobogan.

SERAHKAN BANTUAN: Bambang Widiyantoro Asistan Manajer Pemasaran Mikro BRI Cabang Purwodadi menyerahkan bantuan CSR kepada korban bencana banjir di posko  di Kabupaten Grobogan. (BRI CABANG PURWODADI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – BRI Cabang Purwodadi menyerahkan Bantuan Tanggap Darurat Bencana Alam Banjir Kabupaten Grobogan, Jumat (10/1) kemarin. Jumlah bantuan yang diberikan kepada korban banjir untuk BRI Peduli sebesar Rp 45 juta dalam paket sembako.

Bambang Widiyantoro Asistan Manajer Pemasaran Mikro BRI Cabang Purwodadi mengatakan, penyerahan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Grobogan merupakan kedulian BRI kepada warga masyarakat. Bantuan yang diberikan dalam paket sembako agar bisa digunakan warga masyarakat terkena dampak banjir.

”Bantuan BRI Peduli korban banjir ini untuk kepedulian warga terkena dampak banjir. Kami berharap bisa meringankan beban warga korban banjir,” kata Bambang Widiyantoro.

Dikatakan, program BRI Peduli pemberian sembako kepada korban banjir diberikan berupa sembako sebanyak 300 paket. Setiap paket berisi sembako sebesar Rp 150 ribu. Ratusan paket sembako tersebut akan didistribusikan ke sejumlah kecamatan, Kelurahan/Desa yang terkena dampak banjir.

”Pendistribusian ratusan paket sembako sudah disalurkan langsung kepada korban bencana melalui posko bantuan bencana banjir,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Grobogan, agar bersama-sama berupaya meminimalisir bencana banjir. Yaitu dengan cara membersihkan saluran drainase dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Sebelumnya, pada Rabu (71/) banjir yang melanda sejumlah wilayah di Grobogan ini dipicu oleh hujan lebat. Sehingga sungai tidak dapat menahan debit air yang tinggi, akibatnya tanggul yang ada di Desa Glapan jebol. Akibatnya ada beberapa Kecamatan terkena dampak banjir.

(ks/mun/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia