Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Politik

Rencana Koalisi Nasdem-PKB dalam Pilkada Blora 2020 Tampaknya Ambyar

10 Januari 2020, 12: 35: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Rencana Koalisi Nasdem-PKB dalam Pilkada Blora 2020 Tampaknya Ambyar

BLORA, Radar Kudus –  Rencana koalisi Nasdem-PKB dalam Pilkada 2020 tampaknya ambyar. Sebab dimungkinkan dua partai tersebut mengajukan bacabup sendiri. Rencana Bupati Djoko Nugroho mengajukan Yudan Satriyo -putra pertamanya- dalam pilkada juga urung dilakukan. Alasannya, sang ”putra mahkota” tidak siap. Sebagai opsi lain, Umi Kulsum -istri bupati- dimungkinkan maju dalam Pilkada 2020. Kendaraannya tetap lewat Nasdem.

Hal ini dikatakan Kokok -sapaan akrab Djoko Nugroho- kepada Jawa Pos Radar Kudus. Dengan begitu, tidak bersama lagi dengan PKB. ”2020, urung reti iki (belum tahu ini). Ibu (Umi Kulsum) iki isih gelem-gelem, yo ora-ora, (ini masih antara mau dan tidak mau),” terangnya.

Saat ini, dia mengaku dalam kondisi nyaman. Menurutnya, pilkada itu tidak hanya menang. Justru yang berat adalah setelah menang. Harus apa dan harus bagaimana. ”Jangan lupa,  meski jadi wakil, nanti tetap mimpin rapat OPD. Jadi ibu ya iyo, yo ora,” tegasnya.

Menurutnya, 10 tahun menjadi bupati memang cukup melelahkan. Untuk kendaraan tetap pakai Nasdem. ”Nasdem kuranglah. Nanti, sama siapa yang berkenan. Tinggal menggandeng partai lain,” jelas laki-laki yang menjabat sebagai ketua Dewan Pembina DPD Partai Nasdem Blora ini.

Menurutnya, kalau berpasangan dengan PKB, yang pasti tidak mungkin. Sebab, PKB sendiri ingin memenangkan dalam pilkada tahun ini di Blora. ”Untuk PKB (Pak Arief Rohman) yang dikehendaki kan Yudan. Yudan gak gelem. Kayaknya beliau mungkin tak kerso. Mungkin beliau sungkan. Ibu wes sepuh. Pak Arief masih muda,” tambahnya.

Menurutnya, Arief Rohman juga punya pandangan yang lain. PDIP atau yang lainnya. Sehingga kemungkinan akan sendiri-sendiri. ”Pak Arief juga pengen menang juga,” tambahnya.

Menurutnya, dia menyerahkan kepada masing-masing. Pasangan yang paling nyaman itu yang mana. Kalau tidak nyaman tidak enak.

Wakil Bupati Areif Rohman kepada Jawa Pos Radar Kudus mengaku menyerahkan semuanya kepada DPP PKB. Pihaknya juga masih menunggu arahan dari DPP. ”Kami serahkan ke pimpinan partai di DPP Jakarta soal berkoalisi dengan siapa-siapanya nanti. Politiknya masih dinamis. Kami masih menunggu arahan dari DPP PKB,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Siswanto menegaskan, Golkar pastinya sudah diajak komunikasi para bakal calon. Sesuai survei internal Golkar, popularitas tertinggi bacabup saat ini adalah Abu Nafi, Umi Kulsum, Arief Rohman, dan dirinya sendiri. ”Saya tertinggi untuk bacawabup. Survei ini pakai tim relawan saya sendiri. Kan saya pernah ikut kursus survei tingkat nasional. Metodenya tahu,” terangnya.

Dia menambahkan, beberapa hari kemarin juga sudah dimintai laporaan oleh Golkar pusat dan provinsi terkait hasil survei ini. ”Sudah saya paparkan hasil survei di atas. Saya diperintahkan untuk kalkulasi matang. Untuk menentukan langkah 2020 ini,” tegasnya. 

(ks/sub/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia