Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Pendidikan

IAIN Kudus Bersinergi dengan Pemkab Kudus

09 Januari 2020, 09: 11: 50 WIB | editor : Ali Mustofa

KERJA SAMA: Rektor IAIN Kudus Mundakir bersama jajarannya serta Plt Bupati Kudus bersama jajarannya sinergi bersama kemarin.

KERJA SAMA: Rektor IAIN Kudus Mundakir bersama jajarannya serta Plt Bupati Kudus bersama jajarannya sinergi bersama kemarin. (IAIN KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - IAIN Kudus siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Sinergitas ini dilakukan dengan tujuan membangun Kota Kretek bersama-sama.

Sinergitas ini diawali dengan adanya komitmen bersama antara Rektor IAIN Kudus Mundakir dan Plt Bupati Kudus M. Hartopo. Dalam pertemuan itu keduanya membahas proyeksi pendidikan tinggi di Kudus.

Dalam pertemuan ini, Mundakir menyampaikan beberapa hal yang menjadi take and give. Yakni IAIN Kudus dalam kurun waktu tiga Tahun ke depan diproyeksikan akan bertransformasi menjadi UIN. Dengan demikian, IAIN Kudus yang secara existing memiliki 7.5 Ha dirasa masih sangat kurang. Untuk memenuhi pengembangan institusi dari IAIN menjadi UIN tersebut dibutuhkan paling tidak 25 Ha. Hal itu sesuai dengan master plan pengembangan IAIN Kudus ke depan.

Kedua, secara ekonomis, secara trickle down effect keberadaan IAIN membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena jumlah mahasiswa yang ada sekarang sebanyak 14.000 orang sesungguhnya terjadi mobilisasi sumberdaya keuangan signifikan di Kudus. Dalam hal ini, terjadi sirkulasi uang (money turnover) yang cukup besar di sekitar kampus. Mulai dari kebutuhan kos, konsumsi makan harian, loundry, dan pemenuhan kebutuhan lainnya.

Ketiga, keberadaan IAIN Kudus, wilayah sekitar IAIN menjadi beranda depan. Karena hampir setiap saat banyak tamu hadir di IAIN Kudus baik pejabat dari Jakarta, kampus dari luar Kudus. Serta destinasi untuk berkunjung ke IAIN Kudus. Dari situ perlu kiranya penataan lingkungan sekitar, jalan, trotoar, dan fasilitas lain terkait agar memberikan kesan menarik.

Selain itu, IAIN Kudus juga menawarkan sinergitas tentang pemberdayaan masyarakat. Program tersebut adalah “Akuntansi masuk Desa dan Pesantren”. Program Akuntansi Masuk Desa dan Pesantren merupakan program pemberdayaan yang diinisiasi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Kudus bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pemahaman dan keterampilan aparat desa dan pengelola pesantren terhadap praktik akuntansi (melek akuntansi).

”Akuntansi masuk desa dan pesantren diimplementasikan dalam bentuk KKN Terintegrasi Berbasis Kompetensi IAIN Kudus. Ini awal dari sinergitas yang kami tawarkan. Ke depan pasti akan lebih meningkat lagi,” kata Mundakir.

Menanggapi hal ini Hartopo akan tetap menjalin sinergitas dengan pihak IAIN Kudus. Selain itu, pihaknya juga akan terus mendukung kinerja-kinerja akademis yang bisa memajukan pendidikan di Kudus.

”Kalau tujuannya untuk peningkatan pendidikan masyarakat Kudus, kami akan terus bersinergi,” ungkap Hartopo.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia