Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Jarang Dijumpai, Kue Bakcang Laris Diserbu Pembeli saat Bwee Gee

06 Januari 2020, 14: 41: 48 WIB | editor : Ali Mustofa

LARIS: Salah satu warga asal Surabaya menjual kue bakcang saat perayaan Bwe Gee di Klenteng Hok Hien Bio Kudus kemarin.

LARIS: Salah satu warga asal Surabaya menjual kue bakcang saat perayaan Bwe Gee di Klenteng Hok Hien Bio Kudus kemarin. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Bakcang, kue tradisional Tionghoa mulai jarang ditemui. Dalam perayaan Hari Berterima Kasih kepada Dewa Bumi atau Bwee Gee di Kudus kemarin, kue ini laris di serbu pembeli. Ratusan bungkus bakcang habis terjual di lapak yang digelar di Kelenteng Hok Hien Bio Kudus.

Farah, 41, penjual bakcang asal Surabaya mengaku, peminat bakcang di Kudus cukup tinggi. Kue berbahan dasar ketan dan daging ini, dijual dengan seharga Rp 18 ribu per bungkusnya. ”Di sini antusiasnya cukup tinggi. Hampir setiap acara di sini saya ikut jualan,” katanya saat ditemui di lapaknya kemarin.

Kue tradisional ini dibungkus dengan daun bambu. Bentuknya menyerupai limas atau kerucut. Daun bambu sebagai pembungkus ini, memberikan aroma khas. Sehingga menambah kenikmatan citarasa bakcang. Kue ini memiliki banyak varian. Mulai dari bakcang babi, babi telur, ayam, ayam telur, vegetarian, dan spesial. ”Paling favorit bakcang babi,” katanya.

Saat ini, keberadaan bakcang sudah mulai langka. Karena tidak banyak orang yang bisa membuatnya. Dirinya sendiri mengaku mendapat warisan resep dari keluarganya. Selain jualan keliling di sejumlah kelenteng, dirinya sehari-hari juga jualan bakcang di Surabaya.

”Kalau sehari-hari saya jualan di salah satu supermarket di Surabaya. Saya juga jual online,” katanya.

Diakui, ketahanan bakcang ini cukup lama. Ketika dimasak dengan cara yang benar, ketahanan makanan ini bisa sampai 3-4 hari. Farah menjelaskan, pemasakan bakcang ini memakan waktu cukup lama. Proses perebusannya membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam.

Bakcang disukai dari berbagai kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Selain untuk penawar lapar, makanan ini juga bisa dinikmati sambil minum teh atau kopi. Bakcang pun kerap disajikan dalam acara-acara besar seperti hari raya, pernikahan, serta acara besar lain.

(ks/lin/daf/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia