Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Rembang

Ambrol, Ruang Kelas SD di Rembang Ini Dipindah ke Perpustakaan

06 Januari 2020, 09: 34: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

DITANGANI: Kondisi ruang kelas IV SDN 1 Logede yang ambruk bakal dibahas secara khusus pekan depan.

DITANGANI: Kondisi ruang kelas IV SDN 1 Logede yang ambruk bakal dibahas secara khusus pekan depan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Langkah cepat penanganan kelas SDN 1 Logede ambruk diambil Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Rembang. Penanganan ini dibahas dalam pembahasan khusus.

Sebelumnya tenaga pengajar disana dikumpulkan. Mulai bapak dan ibu guru, kepala sekolah maupun koordinator kecamatan. Setelah itu dilakukan pembahasan di tingkat dinas. Paling cepat ini akan dilakukan pada Senin (6/1) mendatang. Ini untuk menindaklanjuti solusi tercepat ataupun terbaik. Hal tersebut sudah disampaikan pengajar disana.

”Untuk hasilnya bagaimana secepatnya akan dikabari,” kata Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rembang M. Basroh saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus kemarin (4/1).

Menurutnya, kerusakan ruang kelas di SDN 1 Logede sudah masuk prioritas. Kebetulan satu ruang kelas posisinya terpisah. Pihaknya juga sudah klarifikasi ke sekolah. Satu atau dua bulan silam sebelumnya sudah diantisipasi.

Saat ini kelas sudah dikosongkan. Permintaan kelas dikosongkan atas masukan dinas. Termasuk plafon diminta diambil. Supaya kayu bagian atap atas terlihat. ” Ternyata benar ruang kelas ambrol pada  Jumat lalu (3/1). Informasi dari sekolah menjelang fajar kejadian tersebut,” terangnya singkat.

Hanya dirinya kurang tahu persis bangunan berukuran 10x 5 meter digunakan pembelajaran kelas berapa. Tapi dari foto kelas IV. Namun yang pasti ruang kelas tersebut bangunan tahun 2008. Jika dihitung sampai akhir 2019 usianya sudah di angka 11 tahun.

Jadi sudah waktunya dibangun. Karena sudah termakan usia. Makanya untuk tetap melaksanakan pembelajaran kelas dialihkan. Ruang yang dialihkan posisinya masih dilingkup ruangan, di ruang perpustakaan.

”Posisinya sudah dipindah di ruang perpustakaan. Sehingga tidak mengganggu pembelajaran kelas lainnya,” yakinnya.

 Terkait kejadian musibah tersebut pihaknya senantiasa wanti-wanti. Karena satu keluarga jangan segan-segan memberikan informasi terkini. Kondisi yang perlu segera ditandangi segera lapor.

Karena tidak mungkin dalam waktu cepat 375 SD dapat tercofer. Kalau tidak ada masukan dari tingkat bawah. Kedua terkait pengisian Dapodik. Terutama di bagian sarplas diisi sesuai dengan kondisi real.

”Terus terang Kementerian datanya dari Dapodik. Jadi kalau kondisi di lapangan rusak berat namun di Dapodik rusak ringan, tidak jadi dapat bantuan,” penekanannya.

Sementara sekolah melihat dua sisi bertolak belakang. Ketika membutuhkan bantuan dibuat kondisi yang jelek. Sebaliknya saat mengejar akreditasi dibuat baik. Makanya senantiasa pengisian Dapodik sesuai kondisi di lapangan.

(ks/him/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia