Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Features
Rajawali Muda FC, Juara Liga Pati U-22 2019

Dari 14 Pertandingan, Sebelas Menang, Tiga Seri

06 Januari 2020, 08: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMAKIN SOLID: Para pemain Rajawali Muda FC merayakan pesta juara usai mengarungi kompetisi Liga Pati U-22 belum lama ini. Wakil Bupati Pati Saiful Arifin juga hadir di acara itu.   

SEMAKIN SOLID: Para pemain Rajawali Muda FC merayakan pesta juara usai mengarungi kompetisi Liga Pati U-22 belum lama ini. Wakil Bupati Pati Saiful Arifin juga hadir di acara itu.   (DOKUMEN RAJAWALI MUDA FC)

Share this      

Rajawali Muda FC berdiri setahun lalu di Pati. Para pemain di klub ini Persipa junior di Piala Soeratin 2018. Semua pemainnya asli Kabupaten Pati. Klub ini juga menorehkan prestasi gemilang, dari 14 pertandingan, sebelas menang, tiga seri.

ACHMAD ULIL ALBAB, Pati, Radar Kudus

ANDIKA Fachriyanto menendang bola. Bola itu meluncur deras membobol gawang lawan. Tanpa ampun. Striker bernomor punggung 10 itu kembali mencetak gol pada pekan pertandingan Liga Pati U-22 di punghujung 2019. Pertandingan itu menyempurnakan kemenangan demi kemenangan bagi klubnya, Rajawali Muda FC.

Kemenangan demi kemenangan sudah menjadi candu bagi klub yang dilatih pelatih lokal karismatik Eko Supriyanto. Walaupun baru berdiri, Rajawali Muda FC sudah mencuri perhatian pecinta bola di Kota Nasi Gandul ini.

Pada gelaran Liga Pati U-22 musim perdana ini, mereka tak terkalahkan sepanjang kompetisi. Total dari 14 pertandingan. Mereka berhasil menyapu bersih sebelas kemenangan. Tiga kali hasil seri. Klub itu belum sekalipun tersentuh kekalahan.

Rajawali Muda FC berdiri bermula dari momen hebat Piala Soeratin 2018 Zona Jawa Tengah. Persipa junior nyaris juara dan mengukir sejarah manis. Sayang, pada pertandingan puncak yang sekaligus memperebutkan tiket putaran nasional itu, Persipa junior takluk atas lawannya BJL 2000 Semarang.

Namun, momen itu tidak pernah terlupakan. Para pemain menunjukkan semangat juang dalam bertanding. Mereka terus konsisten menjalani kompetisi pembinaan usia muda tersebut. Prestasi itu yang coba ingin terus dipupuk sampai benar-benar talenta hebat pesepak bola Pati itu bisa mencapai puncak prestasinya.

”Para pemain ini merupakan alumni punggawa Persipa junior di Piala Soeratin 2018. Usai kompetisi kami buatkan semacam wadah bernama pemusatan latihan (puslat). Kami lakukan sebagai perjenjangan menyongsong kompetisi-kompetisi yang bisa diikuti Kabupaten Pati. Seperti porprov. Itu merupakan bagian panjang dari persiapan kami agar sepak bola di Pati lebih berprestasi lagi,” terang Dian Dwi Budianto, manajer Rajawali Muda FC yang juga menjadi manajer Persipa junior pada Piala Soeratin 2018 lalu.

Dian, yang juga ketua Patifosi ini juga berharap para pemain yang ada bisa menjadi gambaran masa depan skuad Persipa. Dua sampai tiga tahun lagi, jika para pemain bisa konsisten hasilnya akan terlihat.

Kehadiran klub ini bermula dari dorongan Joni Kurnianto, seorang penggila bola yang banyak berkecimpung dalam gegap gempita sepak bola di Pati. Juga di pentas nasional. ”Itu aspirasi dari Pak Joni. Dia mendorong untuk membentuk puslat. Supaya para pemain berbakat ini tidak lekas pergi dari Pati. Tetapi bisa berbuat lebih banyak lagi untuk Pati. Kami gandeng mereka menjadi satu untuk ditempa kemampuannya bersama-sama,” imbuh Dian.

Klub yang telah terbentuk ini, kata Dian, bakal terus mendapat gemblengan. Selain berlatih rutin yang terprogram di Pati sendiri, mereka juga akan melakukan training camp (TC) di luar kota. Sekaligus untuk menambah pengalaman.

Rencananya TC bakal digelar tahun ini di Semarang atau di Malang. Selain itu klub ini juga akan diikutkan dalam berbagai kompetisi-kompetisi. ”Sekarang kami baru bermain di lokal-lokal. Seperti di Putra Kusuma Cup, Putra Rio Cup, Kejuaraan U-21 Dinporapar Pati, dan juga di Liga Pati U-22.

”Menjadi sebuah klub dan ikut kompetisi karena untuk membentuk dan menguji kekompakan tim agar lebih padu,” terang Dian.

Namun, lanjutnya dari pemain-pemain yang mengikuti program puslat, ada beberapa pemain yang memilih untuk memperkuat klub di desanya. Hal itu diperbolehkan. Manajemen membuka jalan lebar.

Hal itu malah dibilang bagus, karena membela klub asal desa atau klub asalnya. Bisa menambah warna kompetisi antar personal pemain, bila tim yang dibela saling bertemu Rajawali Muda FC. ”Adanya beberapa pemain yang memilih bermain untuk klub asalnya saat kompetisi kemarin bisa meningkatkan persaingan,” paparnya.

Pemain-pemain kunci yang membela klub ini di antaranya adalah di posisi penjaga gawang ada Calvin, di lini belakang ada Oscar, Saviola , Dimas Alvano, dan Winarko. Di posisi tengah ada Anam, Irul, Bima, Edo, dan Lingga. Sementara di posisi ujung tombak ada Andika.

 Namun, ada satu kunci dalam menangani klub tersebut. Kuncinya adalah penanaman semangat bermain. Setiap laga disebut sebagai final totalitas. Laga final tentunya harus berakhir dengan kemenangan. ”Dan yang penting tidak meremehkan lawan juga menjadi kunci keberhasil tim,” jelasnya. (*)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia