Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Langganan jadi Tim Penulis

06 Januari 2020, 08: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

Alif Adibatul Latifah

Alif Adibatul Latifah (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

PENGALAMANNYA di pers kampus membuat Alif Adibatul Latifah menjadi salah satu andalan setiap kali ada tugas menulis. Kebetulan, Bawaslu Grobogan, tempat dia bekerja cukup sering mengadakan proyek menulis meski kecil-kecilan.

Menurut Alif, menulis menjadi tantangan tersendiri. Sebab, ada sesuatu yang hendak disampaikan kepada publik. Penyampaian lewat tulisan akan membuat publik lebih tercerdaskan dibanding lewat ceramah.

”Menulis itu tantangan yang mengasyikkan. Jadi kita harus membuat pembaca paham apa yang kita tulis,” tutur perempuan kelahiran Grobogan, 31 Desember 1993 itu.

Kepiawaiannya menulis alumnus Unisula Semarang 2017 itu memang sudah lumayan teruji. Saat masih berstatus mahasiswa, tulisannya bahkan sempat menembus media cetak lokal hingga nasional. Namun, sayangnya, saat ini dia memang lebih ingin fokus pada pekerjaannya sebagai pengawas pemilu di Grobogan.

”Paling ya aktifnya di Bawaslu saja, buat berita-berita di web Bawaslu,” aku Alif.

Meski cukup piawai menulis nonfiksi, namun Alif mengaku belum pernah menulis fiksi. Hanya, dia justru mengaku pernah menulis profil seorang sastrawan luar negeri dalam salah satu penugasannya di persma dulu.

”Belum pernah kalau sastra. Malah nulis profil sastrawan luar negeri dulu, tapi lupa namanya, hehe,” kata dia. (ful/zen)

(ks/ful/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia