Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Dicekoki Miras hingga Teler, Anak Punk Dicabuli Paksa, Pelaku Diciduk

03 Januari 2020, 13: 40: 54 WIB | editor : Ali Mustofa

DIMINTAI KETERANGAN: Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho menginterogasi tersangka pencabulan, Pramono, warga Purbalingga di mapolres kemarin.

DIMINTAI KETERANGAN: Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho menginterogasi tersangka pencabulan, Pramono, warga Purbalingga di mapolres kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus - Pramono alias Jon, 29 warga Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena lakukan pencabulan. Korbanya SK, 13 warga Kecamatan Brati. SK dicekoki minuman keras lalu dicabuli secara paksa.

Kejadian tersebut berawal ketika, korban pergi dari rumah satu bulan lalu dan bergabung dengan komunitas anak punk. Saat itu, korban bersama kumpulan anak punk di Kecamatan Godong. Korban berpindah tempat. Dari satu tempat ke tempatnya.

Ketika gerombolan anak punk pada Selasa (24/12) lalu, korban berkumpul bersama teman-temannya di minimarket untuk pesta miras (jenis arak). Selanjutnya korban bergeser ke belakang minimarket yakni di lapangan volley untuk melanjutkan pesta miras sampai  pukul 01.00 WIB. Korban mabuk berat membuat omongannya meracau bikin teman-temannya tidak suka.

Kemudian datang seorang perempuan tak dikenal bersama pelaku menganiaya korban dengan cara memukul muka korban mengenai pipi kanan, lalu menendang mengenai leher korban. Dengan kondisi seperti itu pelaku menawarkan .

“Kowe milih aku, opo digulung mbak e, opo digilir wong akeh? Dan di jawab korban “Karo Kowe wae mas” setelah itu korban bilang ke pelaku “ndang, ndang gage”. Selanjutnya baik pelaku maupun korban melakukannya.

Korban menangis dan bangun dan merapikan pakaiannya mencari pertolongan kepada warga setempat. Peristiwa tersebut di laporkan ke Polres Grobogan. Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho mengatakan, korban mau di setubuhi setelah ada ancaman kekerasan dari pelaku. Beberapa kali korban juga dipukul oleh pelaku.

”Setelah mendapatkan laporan pelaku kami amankan bersama barang bukti berupa 1 jaket jumper hitam, 1 celana jeans hitam, 1 kaos hitam, 1 BH merah muda dan 1 celana dalam merah fanta,” kata Kapolres.

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka di kenakan pasal 82 ayat 1 sub pasal 81 ayat 2 PERPUU RI No 1/2016 tentang perubahan ke dua atas UU RI No 23/2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang. Yaitu dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar. 

(ks/mun/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia