Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Inspirasi

Masuk 27 Besar Indonesia Menari

02 Januari 2020, 12: 33: 45 WIB | editor : Ali Mustofa

Layyina Mawarda Awalia

Layyina Mawarda Awalia (Dok Pribadi)

Share this      

PEREMPUAN yang lahir di Kudus pada 27 Agustus 1999 ini bernama Layyina Mawarda Awalia. Gadis yang sehari-hari akrab disapa nada sering tampil menari di berbagai acara. Mulai acara seremonial, pentas seni, hingga wedding. Berbagai tarian dikuasainya. Mulai dari tarian tradisional, maupun dance modern.

Selai paras yang cantik, gerakan tubuh yang gemulai mengikuti alunan musik membuat penonton terpukau menyaksikan tarian yang dibawakan. Skill yang dimiliki mahasiswi semester V PGSD UMK ini memang tak diragukan lagi. Hal ini terbukti dengan terpilihnya dirinya dalam ajang Indonesia Menari di Semarang November 2019 lalu.

”Terpilih 27 besar dari 500 penari menjadi hal yang membahagiakan. Alhamdulillah, ini menjadi pencapaian tersendiri dalam perjalanan karir sebagai penari,” kata perempuan penyuka batagor ini.

Kepiawaiannya menari ini, diakuinya dimiliki secara otodidak. Dulu saat dirinya TK sering ikut lomba gerak dan lagu. Saking seringnya, dirinya akhirnya suka dengan tari. Untuk mengasah kemampuannya ini dirinya benar-benar belajar dari nol. ”Hanya mengandalkan koreografi di youtube,” kata gadis yang tinggal di RT 2/RW 2 Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog, Kudus.

Anak pasangan Sutrisno dan Zumrotun Ni'mah semakin merasa bersyukur karena memiliki keluarga yang support. Mereka selalu memberikan semangat saat akan perform, memberi masukan dan mengingatkan latihan.

Dengan kemampuan menari yang dimilikinya, Nada kini mulai membagikan ilmunya. Gadis yang menjabat sebagai Koordinator Divisi Tari Himpunan Mahasiswa PGSD UMK kini menjadi pelatih ekstra tari di salah satu taman kanak-kanak di Kudus.

”Karena aku masih menjadi mahasiswa, saat ini yang aku prioritaskan pendidikan. Jika ada job menari atau melatih ekstra biasanya aku menyesuaikan jadwal kuliah,” pungkasnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia