alexametrics
Selasa, 09 Mar 2021
radarkudus
Home > Rembang
icon featured
Rembang

Pantai Sluke Potensial Jadi Lokasi Wisata di Rembang

01 Januari 2020, 11: 15: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

BUTUH INOVASI : Wilayah pantai Sluke dinilai dapat memajukan sektor pariwisata, Pemkab Rembang memberi lampu hijau pada semua desa untuk berinovasi.

BUTUH INOVASI : Wilayah pantai Sluke dinilai dapat memajukan sektor pariwisata, Pemkab Rembang memberi lampu hijau pada semua desa untuk berinovasi. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus Kecamatan Sluke dinilai memiliki potensi pantai potensial. Tetapi hal ini belum tergarap. Pemkab Rembang akan melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk pengembangan dengan memberikan sentuhan khas. Sehingga tidak sama seperti tempat wisata pantai di Kota Garam lainnya.

Jawa Pos Radar Kudus mengunjungi pantai itu. Ada lahan hijau di pantai itu. Batu-batu karang juga masih banyak. Selain itu juga ada pohon cemara pantai. Menanggapi hal ini Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pihaknya sedang memproses Rencana Induk Pariwisata Desa (RPID). Orang nomor satu di Rembang itu juga mempersilahkan masing-masing desa melakukan inovasi.

”Rencana induk pariwisata daerah. Dari situlah nanti akan mulai bererak,” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Hafidz, pengembangan wisata bisa menggunakan dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Serta menggunakan analisis perekonimian.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Dwi Purwanti menyampaikan, memang di Sluke sektor pariwisata belum bergerak. Jika dibandingkan dengan wisata lain. Seperti pantai caruban, karang jahe, dan pasir putih. ”Satu hal kata kuncinya, untuk pengembangan sektor pariwisata harus ada kerja sama dan koordinasi antar stage holder,” ujarnya.

Menurutnya, pantai Sluke menarik untuk digarap. hanya saja harus ada satu yang ditonjolkan. Jangan sampai sama dengan pantai-pantai lain di Rembang. Seperti pasir putih, wisata Karang Jahe juga ada cemara pantai, dan Pasar Banggi yang memiliki mangrove.

Pihaknya akan mengedintifikasi terkait hal itu. Dalam waktu dekat akan diterjunkan tim untuk melakukan pemetaan. Selain itu, pihaknya juga memiliki pembinaan kelompok sadar wisata (pokdarwis). ”Nanti koordinasi. Tolong Pak Kades bisa membantu menggerakakan pelaku pariwisata," katanya. (vah)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP