Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Sportainment
Bincang Pelatih Persijap Sahala Sarigih

Utamakan Pemain Lokal, Ambil Belasan Pemain di Liga 1 dan 2

31 Desember 2019, 15: 55: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

JUARA: General Manager Persijap Jepara Egat Sacawijaya mengangkat piala Liga 3 Nasional 2019. Piala itu diarak dari Welahan hingga Pendopo Kabupaten Jepara dilanjutkan ke SGBK Ujung Batu, Jepara, kemarin.

JUARA: General Manager Persijap Jepara Egat Sacawijaya mengangkat piala Liga 3 Nasional 2019. Piala itu diarak dari Welahan hingga Pendopo Kabupaten Jepara dilanjutkan ke SGBK Ujung Batu, Jepara, kemarin. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

Persijap Jepara berhasil menjuarai Liga 3 Nasional 2019. Masyarakat Jepara berharap banyak pada Liga 2 Nasional 2019 bisa menorehkan prestasi. Berikut obrolan wartawan Radar Kudus Vega dengan Pelatih Persijap Jepara Sahala Saragih.

Apakah bakal rombak skuad untuk Liga 2?

Saya mencari 11 sampai 12 pemain baru. Serta melakukan perombakan setengah skuad Persijap. Pemain yang nantinya didatangkan itu berlabel pemain Liga 2 dan Liga 1.

CERIA: Pelatih Persijap Jepara Sahala Saragih tersenyum sambil mengangkat trofi Liga 3 Nasional 2019 saat pawai yang digelar kemarin.

CERIA: Pelatih Persijap Jepara Sahala Saragih tersenyum sambil mengangkat trofi Liga 3 Nasional 2019 saat pawai yang digelar kemarin. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Bagaimana tanggapan anda usai menembus Liga 2 dan menyabet trofi Liga 3 Nasional 2019?

Kami bersyukur target manajemen dan masyarakat tercapai. Saya sudah mengembalikan Persijap Jepara di tempat yang layak. Walaupun belum layak banget. Tetapi sudah on track. Dan tahun depan kami coba di Liga 1.

Kunci menembus Liga 2 dan menyabet trofi Liga 3 apa?

Kami memiliki passion. Filosofi bermain dan pemain-pemain yang bagus untuk memerankan filosofi itu. Dan ketika kami konsisten apa yang kami inginkan semua tercapai. Buktinya dari 14 pertandingan kami berhasil memasukkan 33 gol dan kemasukan 5 gol.

Filosofi yang coach maksud itu seperti apa?

Filosofinya itu setiap saat harus melakukan possession ball. Menyerang langsung ke pertahanan musuh dan melakukan pressing setelah kehilangan bola.

Mengapa selalu menekankan filosofi itu?

Karena setiap kali kami berada di pertahanan musuh, kans untuk membuat gol itu lebih besar daripada saat bertahan di pertahanan sendiri.

Jadi memang harus menekan sejak awal?

Iya harus menekan sejak awal agar dapat mencetak gol.

Anak-anak sudah mampu menerapkan pola itu?

Sudah. Buktinya kami bisa mencetak 33 gol.

Kenapa berani merubah gaya bermain direct ball dengan filosofi anda?

Direct ball itu fifty-fifty. Gaya bermain itu lebih mencari kesalahan musuh. Kalau memainkan direct ball, harus menunggu lawan melakukan kesalahan. Tetapi kalau bermain ball possession, lebih bagus. Karena kami membangun serangan dari bawah, tengah, dan ke depan. Itu membuat serangan jauh lebih indah. Dan memainkan possession ball lebih terjaga karena tidak kehilangan bola.

Sempat ada suara keraguan tentang filosofi bermain anda, benarkah?

Iya bagi saya tidak masalah. Kalau ada yang mengkritik-pun, yang penting filosofi yang saya buat itu kan berhasil. Tetapi yang paling penting, ketika saya datang dan membuat filosofi baru, bukan berarti filosofi yang lama tidak bagus.

Target Liga 2 seperti apa? Sebatas bertahan saja di Liga 2 atau menjuarai Liga 2 lalu ke Liga 1?

Soal itu nanti saya tanya dulu ke owner maunya gimana. Kalau mau ke Liga 1 ya yes ayo ke Liga 1. Karena owner yang memiliki amunisi, yang punya dana, dan punya keputusan. Saya ikutin saja tahapan-tahapannya. Kalau mau ke Liga 2 lalu ke Liga 1 ya pemainnya harus ini ini ini.

Jadi tahun pertama di Liga 2 nanti yang penting bertahan atau harus juara dan ke Liga 1?

Kalau owner inginnya sih setahun saja, terus langsung ke Liga 1.

Nantinya akan ada pilar yang didatangkan dan didegradasi?

Iya ada. Saya pikir suka tidak suka, mau tidak mau karena sepak bola itu bisnis. Kami harus bangun tim sesuai level pertandingan. Kalau ingin ke Liga 1 harus merekrut pemain yang levelnya Liga 1.

Sudah ada gambaran merekrut pemain mana saja?

Sejauh ini sudah ada beberapa pemain yang saya incar, tinggal menunggu negosiasi dan bertanya kekuatan dana kami untuk merekrut pemain.

Pemain yang diincar dari Liga 1 atau Liga 2?

Ada yang Liga 1 ada yang Liga 2

Cari berapa pemain?

Semua lini. Cari 11-12 pemain baru. Jadi ada setengahnya yang kami degradasi. Saat ini kami ada 23 pemain.

Soal kuota pemain lokal bagaimana?

Pemain lokal saya utamakan. Ada pemain yang main di Liga 2 juga kami hubungi agar fight membangun daerahnya.

Kalau skuad yang sudah ada saat ini seperti apa?

Saya pikir suka tidak suka. Berbicara soal tim itu kan tergantung ada di level mana. Kalau berbicara soal ke Liga 1, ya harus ada yang didatangkan untuk mendongkrak tim agar lebih bagus. Karena di tim ini ada yang tidak perform dan harus kami perbaiki.

Evaluasi nantinya meliputi apa?

Kami analisa dulu selama 14 pertandingan siapa yang sering bermain dan siapa yang tidak bermain. Di situ akan ketahuan. Kalau yang tidak sering bermain tidak mungkin kami pertahankan.

Harapan di Liga 2 2020 nanti seperti apa?

Kami ingin memberikan yang terbaik untuk Persijap. Untuk masyarakat sekuat tenaga dengan bantuan Tuhan agar tahun depan minimal dapat lolos Liga 1.

Terakhir, untuk evaluasi mulai kapan?

Saya mau holiday dulu bersama istri dan keluarga saya. Setelah holiday selama seminggu baru rapat terkait apa saja yang kami persiapkan untuk merekrut pemain. (vga)

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia