Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Pena Muda
Dwi Untari, Asesor di Dinas Pendidikan

Tanamkan Budi Pekerti bagi Anak dan Karyawan

23 Desember 2019, 08: 10: 53 WIB | editor : Ali Mustofa

TAK HANYA DI RUMAH: Dwi Untari bersama putranya saat ditemui di kediamannya.

TAK HANYA DI RUMAH: Dwi Untari bersama putranya saat ditemui di kediamannya. (HUSNIL ANAM/PENA MUDA)

Share this      

Di Indonesia Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember. Penetapan tanggal itu mengacu pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia 22-25 Desember 2928. Tim Pena Muda binaan Djarum Foundation bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kudus mengangkat tentang ”ibu tangguh.” Meski telah disibukkan mengurus rumah tangga, mereka tetap berkiprah di bidang yang mereka geluti. Ada pendamping orang dengan HIV/AIDS dan pengusaha.

DWI Untari, 40, pengusaha dari Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus, ini sukses berbisnis kuliner. Hal ini, setelah berjuang hingga jatuh bangun. Kini, dia mampu meraup keuntungan besar per hari setelah menggeluti usahanya, Indo Kebab.

Saat ditemui di kediamannya, Dwi Untari menceritakan awal kisahnya membuka usaha itu, pada sekitar 2015. Empat tahun berlalu, ia menekuni usaha kuliner hingga usahanya kini melesat tinggi di kalangan masyarakat Kudus.

Warga RT 2/5, Jalan Pendowo, No. 66, Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kudus, ini, tak hanya sukses mendirikan usaha kuliner. Dia juga memberdayakan belasan warga sekitar untuk bekerja. Mereka bekerja di sejumlah stan Indo Kebab yang tersebar di 11 anak cabang.

Untari -paggilan akrab Dwi Untari- di dampingi sang suami, Muhammad Juaini memulai cerita kehidupan barunya sejak awal hijrah dari kampung halaman, Plamongan Indah, Semarang ke Kudus. Pada 2015 lalu, Untari mengeluarkan ide untuk mengembangkan bisnis. Melalui program bisnis dan beberapa tahapan. Konsep yang ia dapatkan dalam program tersebut, diaplikasikan pada dirinya melalui Indo Kebab.

Selama perjalanan karirnya, Untari selalu berinovasi dalam bisnisnya untuk menarik pelanggan. Dari caranya pengaplikasian gerobak, jualannya yang menarik, rasa yang diselaraskan dengan lidah Indonesia, hingga warna kebab yang terinspirasi dari Spongebob.

Tidak hanya itu, karyawan yang rata-rata anak kuliah itu, dalam waktu berkala juga diberikan edukasi dalam memahami kehidupan ke depan. Sehingga banyak konsumen memberikan nilai plus dalam pelayanan yang diberikan Indo Kebab.

Alhasil, seiring berjalannya waktu, kuliner Indo Kebab yang diramu dengan resep khusus lidah Indonesia, dari danging ayam atau sapi, sudah mulai banyak dikenal orang. Kini, telah memiliki 11 anak cabang di Kudus.

”Alhamdulilah sudah hampir empat tahun berjalan. Sekarang Indo Kebab sudah banyak dikenal orang. Sementara untuk tetap berkembang, tidak ada kiat khusus yang diterapkan. Hanya melakukan pemasaran melalui jaringan internet, seperti Instagram dengan harga yang cukup terjangkau bagi semua kalangan,” ujar perempuan kelahiran September itu.

Selain itu, dia selalu berpegang pada kualitas rasa. Ini supaya usaha kulinernya itu, dapat terus eksis di lingkungan masyarakat di Kudus. ”Itu yang akan tetap menjadi prioritas kami,” tegasnya.

Selain sebagai pebisnis, Untari juga menjadi asesor di Dinas Pendidikan, asesor lembaga akuntasi, dan penguji bidang akuntansi (ujian negara). Meski begitu, ia bisa membagi waktu dengan membuat agenda harian.

Tak lepas dari kiprahnya, ibu satu anak ini juga tak lupa akan tanggung jawabnya sebagai ibu. Penerapan karakter dari menyapa, mengucapkan terima kasih, dan meminta maaf ketika salah selalu ia ajarkan kepada anaknya. Bahkan, ia juga berharap generasi muda sekarang bisa menerapkan karakter Indonesia tersebut. (ayu/anam/aslihah/mia/nikmah/sari/diki/lin)

 

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia