Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Pena Muda
Nurhayati, Perempuan yang Sukses Bisnis Labu

Pilih Bahan Baku yang Melimpah

23 Desember 2019, 07: 32: 33 WIB | editor : Ali Mustofa

Nurhayati

Nurhayati (PENA MUDA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

SOSOK ibu kreatif ditunjukkan Nurhayati. Perempuan asal Desa Bulung Cangkring, Jekulo, Kudus, itu tak hanya jadi sosok bagi putra-putrinya. Juga tak sekadar jadi istri yang membantu di dapur, tapi dia mampu menambah income ekonomi keluarga. Juga menghidupkan ekonomi di daerahnya.

Nurhayati berhasil menciptakan olahan makanan dari labu. Dia mulai usaha itu di pertengahan 2017 hingga sekarang.

Sebelum berbisnis di dunia kuliner, dia bekerja di salah satu perusahaan di Kudus. Dia kemudian memutuskan berhenti. Dia memilih buka usaha sendiri. Dia memilih produk usahanya dari bahan baku yang mudah didapat di daerahnya. Yaitu Labu.

Produk dihasilkannya ada brownies labu, tiwul labu, stik labu, dawet labu, puding labu, dan lain-lain. ”Labu itu saya jadikan stick labu. Rasanya beraneka ragam. Jadi tak hanya satu jenis,” ujarnya.

Selain bahan dari daerah asalnya, dia juga memenuhi bahan baku dari beli di pasar. Dalam menjalankan bisnisnya dia tak sendirian. Dia dibantu karyawannya yang berasal dari tetangganya. Rata-rata ibu-ibu.

”Lokasi usaha saya di rumah sendiri. Salah satu tujuannya tetap bisa jadi ibu-ibu untuk anak-anak dan istri yang baik. Tetap mementingkan keluarga,” paparnya.

Dalam menjalankan bisnis itu, Nurhayati mengaku ada suka duka. Dukungan dari keluarga membuat duka menjadi bahagia. ”Suami sangat mendukung bisnis saya. Anak-anak juga demikian. Dari dukungan keluarga ini saya bisa bangkit dan semangat menjalankan bisnis,” tambahnya.

Nurhayati berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya wanita agar berpikir kreatif. Karena kesuksesan itu datangnya pada diri sendiri. ”Janganlah menuruti gengsi karena orang akan tertawa ketika kita gagal dalam menjalani usaha yang kita jalankan,” paparnya. (Arzaq/lisoh/husen/budi/vicka/dewi)

 

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

(ks/zen/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia