alexametrics
Kamis, 15 Apr 2021
radarkudus
Home > Pati
icon featured
Pati

Hasil Sementara, 21 Cakades Petahana Tumbang dalam Pilkades Pati

22 Desember 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

SALURKAN SUARA: Salah satu warga di Kabupaten Pati memasukkan surat suara ke kotak suara dalam Pilkades Pati kemarin. Sebanyak 282 cakades bertarung berlaga di Pilkades Pati.

SALURKAN SUARA: Salah satu warga di Kabupaten Pati memasukkan surat suara ke kotak suara dalam Pilkades Pati kemarin. Sebanyak 282 cakades bertarung berlaga di Pilkades Pati. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Hasil sementara yang berhasil dikumpulkan koran ini hingga tadi malam 21 calon kepala desa petahan tumbang. Sementara 23 cakades petahana mampu mempertahankan kedudukannya. Total dari 282 calon kepala desa yang berlaga di pilkades serentak tahun ini, ada 78 calon kepala desa yang berstatus petahana. Dari yang menuju dua periode hingga menuju periode ketiganya.

Para petahana yang berguguran seperti di Kecamatan Dukuhseti. Dari enam desa yang menggelar pilkades, ada dua desa calon petahananya tidak terpilih kembali. Seperti di Desa Dukuhseti dan Banyutowo. Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Trangkil. Dari enam desa yang menyelenggarakan pilkades, satu calon kepala desa petahana tumbang. 

Di Kecamatan Wedarijaksa, beberapa calon kepala desa yang berstatus petahana juga berguguran. Seperti di Desa Ngurensiti, Sukoharjo, dan Panggungroyom.

Baca juga: Beri Salam ke Tiga Cakades, Kapolda Jateng Berpesan Tetap Rukun

PESTA DEMOKRASI: Panitia melakukan penghitungan suara pada pilkades serentak kemarin.

PESTA DEMOKRASI: Panitia melakukan penghitungan suara pada pilkades serentak kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Jefri (Bukan nama sebenarnya, Red) mengungkapkan, rata-rata yang membuat calon petahana berguguran karena rekam jejaknya ketika memimpin dinilai buruk masyarakat. ”Biasanya banyak kebijakan dari kepala desa yang tidak menguntungkan masyarakatnya. Hal itu menjadi pertimbangan penting,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Seperti yang terjadi di desanya. Beberapa keputusan kepala desa dinilai mengecewakan dan membuat warga berpindah ke lain hati saat pilkades. ”Karena itu calon yang berstatus petahana di sini tidak terpilih lagi. Karena warga sudah bosan, kinerja pemerintahan desa tak kunjung memuaskan,” imbuhnya.

Namun, ada juga petahana yang berhasil terpilih kembali menjadi kepala desa. Mereka umumnya terpilih karena mampu membuat pemerintahan desa lebih baik. Salah seorang sumber yang tidak ingin disebutkannya mengaku, dirinya sendiri sudah mantap dengan pilihan kades petahana. Karena hasil kerjanya yang bagus.

”Kami menilai kerjanya sudah bagus. Jadi lebih baik dilanjutkan kembali. Untuk memimpin desa agar semakin baik, dan menyejahterakan masyarakat,” paparnya.

Di Kecamatan Winong banyak cakades petahana yang mampu terpilih kembali. Informasi sementara yang berhasil dihimpun, ada enam calon berstatus petahana yang dipercaya kembali oleh masyarakat untuk memimpin desa.

(ks/aua/zen/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya