alexametrics
Kamis, 13 Aug 2020
radarkudus
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Vivit Dinarini Atnasari, Perempuan Pertama Jabat Ketum KONI Rembang

21 Desember 2019, 10: 29: 22 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT BARU: Vivit Dinarini Atnasari siap mengemban amanah baru sebagai Ketua Umum KONI Rembang.

SEMANGAT BARU: Vivit Dinarini Atnasari siap mengemban amanah baru sebagai Ketua Umum KONI Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus - Vivit Dinarini Atnasari, Kamis lalu (19/12), terpilih sebagai ketua umum KONI Rembang periode 2019-2023. Istri dari wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto ini, terpilih melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musokarkab), Vivit mendapatkan 17 suara dan Heri Susetyo 13 suara dari total 30 cabang olahraga (cabor).

Vivit menjadi perempuan kali pertama yang menduduki jabatan tertinggi di KONI Kota Garam. Setelah terpilih ia mengaku siap tancap gas. Vivit tercatat sebagai wakil ketua di Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Rembang. Baginya olah raga tidak hanya hobi, tetapi su-dah menjadi kebutuhan.

”Ketika diajak dengan senang hati gabung di PRSI. Dari 2016 akhirnya saya mendapatkan SK resmi sebagai ketua III PRSI,” kenang perempuan kelahiran Rembang 06 Juni 1986 tersebut.

Dari Renang tersebut, Vivit memantapkan diri turut dalam penjaringan ketua umum KONI Rembang. Ini juga berkat dorongan dari rekan-rekan cabor yang mencalonk-annya. Terutama dukungan dari PRSI. Termasuk pencak silat, serta ada beberapa cabor yang sudah mencabut dukungan.

Semua berkumpul bersama. Untuk sela-lu mendukung. Musorkab Vivit suaranya paling unggul. Proses demokrasi yang kali pertama dilakukan ini ketat. Hingga akhirnya, Vivit menjadi perempuan kali pertama yang menjadi ketua di organisasi tersebut.

”Mungkin ini juga baru kali pertama proses demokrasi di KONI. Sebelumnya hanya aklamasi, untuk musyawarah atau menentukan. Jadinya memang berlangsung ketat,” terangnya disampaikan khusus wartawan koran ini.

Sebagai ketua anyar. Perempuan yang tinggal di Gang Kundi no 25, RT 02 RW 02, Sidowayah ini masih mempunyai PR. Utamanya menguatkan organiasi yang diampunya. Selain itu, pembinaan atlet. Termasuk pening-katan kualitas dari sisi pelatih. Dia tidak memungkiri masih banyak problem di internal KONI. Terutama, kurangnya perhatian kepada atlet-atlet berprestasi. Untuk itu, Dia berharap semua pihak turut mendukungnya. Baik moril maupun anggaran.

”Terkait anggaran bisa dibantu semua pihak. Baik eksekutif, legislative. Kami juga akan berupaya melalui CSR, Kami akan komunikasi dengan perusahaan swasta dan BUMN,” ungkapnya.

Vivit menargetkan setelah bulan Januari 2020 pengurus sudah terbentuk. Terkait peningkatan kualitas pelatih, Vivit tidak segan-segan memberikan akses untuk mendatangkan pelatih luar.Tujuannya, agar pelatih-pelatih dari Rembang bisa menimba ilmu dari pelatih luar. Muaranya dapat meningkatkan prestasi atlet.

“Setelah Rembang posisi kedua paling akhir, targetnya paling tidak mendapatkan urutan di bawah 30. Saya tidak berani janji-janji. Tapi ini PR bagi saya. Paling tidak meningkat. kalau kemarin 34 harus meningkat. Target awal harus di bawah 30,” bebernya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP