alexametrics
Rabu, 02 Dec 2020
radarkudus
Home > Jepara
icon featured
Jepara

Ribuan Pelamar CPNS di Blora Dinyatakan TMS, Ini Penyebabnya

18 Desember 2019, 13: 59: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

Ribuan Pelamar CPNS di Blora Dinyatakan TMS, Ini Penyebabnya

JEPARA, Radar Kudus – Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Jepara mencapai 5.741. Namun, 385 di antaranya dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi. Peserta dinyatakan tak lulus seleksi administrasi diberikan waktu menyampaikan sanggahan hingga hari ini.

Dalam pengumuman hasil seleksi administrasi CPNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara tahun anggaran 2019, disebutkan nama-nama pendaftar yang lulus seleksi administrasi. Ada 5.356 pelamar dinyatakan berkas yang diunggah sesuai formasi masing-masing memenuhi syarat. Sedangkan 385 pelamar dinyatakan tak memenuhi syarat (TMS). Sementara yang dibuka 381 formasi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jepara Diyar Susanto melalui Kabid Perencanaan dan Pengembangan SDM Sridana Paminto menjelaskan, para pelamar yang tidak lulus seleksi administrasi bisa memberikan sanggahan. Keterangan yang menyebabkan tak lulus seleksi administrasi dapat dilihat melalui website https://sscn.bkn.go.id. Caranya dengan menggunakan nomor induk kependudukan dan password yang sama pada saat pendaftaran.

”Di situ terlihat penyebab tak lulus seleksi administrasi. Jika pelamar merasa ada yang kurang sesuai bisa memberikan sanggahan. Paling lambat Rabu (18/12) pukul 23.59,” imbuhnya.

Salah satu contoh, pelamar tercatat sebagai disabilitas di dalam formulir pendaftaran. Namun mendaftar di formasi umum. Sedangkan kondisi fisik pendaftar bukan kategori disabilitas. Sehingga menyebabkan tidak lulus seleksi administrasi. Saat verifikasi, diketahui adanya salah pilih formasi disabilitas. Maka pendaftar berhak membuat sanggahan.

”Pelamar melakukan sanggahan melalui laman https://sscn.bkn.go.id dan tak diperbolehkan memperbarui atau memperbaiki dokumen yang telah diunggah,” terangnya.

Panitia Seleksi CPNS akan memverifikasi ulang terhadap sanggahan pelamar. Pengumuman hasil sanggah akan diumumkan 26 Desember. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya, seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan menggunakan computer assisted test (CAT). ”Pelaksanaan SKD digelar Februari 2020. Detail informasi waktu dan lokasi pelaksanaan akan diumumkan kemudian,” tandasnya.

Di Grobogan, 937 pelamar CPNS dinyatakan TMS administrasi. Sedangkan yang memenuhi syarat (MS) ada 8.360 pelamar. Jumlah itu, bila dibandingkan dengan total pelamar yang mencapai 9.297 orang, sekitar 13 persen TMS.

Kabid Perencanaan dan Pengembangan Pegawai pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Grobogan Tri Agung Budi mengatakan, rata-rata yang TMS karena lamaran, ijazah, transkrip nilai, surat keterangan kesehatan, dan tidak sesuai ketentuan di pengumuman.

Bagi pelamar yang dinyatakan TMS, bisa melakukan sanggahan apabila memang merasa syarat yang telah dikirim sudah lengkap dan sesuai ketentuan. Namun hingga kemarin, Agung mengaku masih menunggu hingga besok untuk mereka yang mengajukan sanggahan. Hasil sanggah akan diumumkan pada 26 Desember mendatang. ”Belum kita cek. Masa sanggah masih sampai 19 Desember,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data di website resmi BKPPD Grobogan, pelamar terbanyak yakni formasi tenaga pendidik. Ada 3.192 pelamar formasi guru dinyatakan MS administrasi. Dari jumlah itu, guru kelas dilamar 1.107 orang dan guru agama Islam ada 960 pelamar. Sementara yang dibuka 466 formasi. Dari jumlah itu, tenaga guru dijatah 181, tenaga kesehatan 123, dan sisanya 162 formasi tenaga teknis.

Dia menambahkan, pelaksanaan tes SKD akan digelar Februari 2020 di Universitas Sebelas Maret (UNS Surakarta). SKD dilaksanakan dengan menggunakan sistem CAT selama 90 menit. Materinya terdiri dari tes karakteristik pribadi (TKP), tes intelegensi umum (TIU), dan tes wawasan kebangsaan (TWK).

Di Blora, ribuan pelamar CPNS dinyatakan TMS. Dari 11.677 pelamar, ada 1.588 pelamar TMS. Sementara yang memenuhi syarat ada 10.089 pelamar.

Penyebabnya mulai dari hasil scan asli surat pernyataan bersedia mengabdi pada pemkab tak di-upload, surat pernyataan bersedia mengabdi tak sesuai format, hingga kualifikasi pendidikan tak sesuai persyaratan jabatan. Selain itu, tak scan asli ijazah/surat keterangan pengganti ijazah, tak ada scan asli transkrip akademik/surat keterangan pengganti transkrip akademik.

Kabid pendidikan BKD Blora Tarkun mengaku, hingga saat ini sudah ada 400-an sanggahan yang dilayangkan kepada BKD Blora. Masa sanggah sendiri, sampai 19 Desember. ”Belum tentu yang sudah melayangkan sanggahan berubah jadi MS. Sebab, sanggahan akan dirapatkan dengan pansel (panitia seleksi). Hasil rekapan sudah ada 400-an sanggahan. Nanti direkap, setelah itu dirapatkan dan hasilnya akan diumumkan,” terangnya.

Dia menambahkan, bagi pelamar yang keberatan terhadap hasil seleksi administrasi, dapat mengajukan sanggahan secara online melalui https://sscasn.bkn.go.id./  hingga 19 Desember. Panitia dapat menerima atau menolak alasan sanggahan yang diajukan pelamar. ”Jika sanggahan pelamar diterima, pansel akan mengumumkan ulang hasil seleksi administrasi melalui https://sscasn.bkn.go.id./dan/atau https://bkd.blorakab.go.id./ pada 27 Desember,” ujarnya.

Diketahui, di Blora ada 561 formasi yang dibuka. Rinciannya, 261 formasi tenaga pendidik, 131 formasi tenaga kesehatan, dan 169 tenaga teknis.

Pengumuman hasil administrasi di kabupaten lain se-Pati Raya sudah muncul. Namun, di Kabupaten Pati baru diumumkan hari ini (18/12). Plt Kepala BKPP Pati Jumani melalui Kabid Formasi dan Jabatan Rizki Hermanu menjelaskan, pendaftaran CPNS Pati baru dilaksanakan 13 November lalu. Setelah proses verifikasi berkas rampung kemarin, pihaknya akan mengumumkan melalui website BKPP Pati.

Dari hasil sementara yang berkasnya tak lengkap memang cukup banyak, dari total pelamar CPNS 7.567 pelamar. Pada proses verifikasi minggu pertama lalu, yang tak memenuhi syarat ada 426 dari 3.379 pelamar yang sudah diverifikasi oleh 20 petugas. Untuk jumlah fix-nya akan kami umumkan besok (hari ini, Red) di website BKPP Pati,” katanya.

Menurutnya, pelamar yang dinyatakan TMS karena berkas kurang lengkap. Seperti akreditasi BAN PT, transkrip ijazah tak asli, transkrip nilai tak lengkap, fotokopi KTP hanya sebagian, hingga lamaran tak bermaterai.

Setelah diumumkan, pada 19-21 Desember nanti masuk masa sanggah. Masa itu, diperuntukkan bagi pelamar CPNS yang administrasinya dinyatakan TMS untuk melakukan klarifikasi. Apabila ada pelamar TMS yang menyanggah, instansi diberikan waktu selama sepekan untuk memberikan jawaban. ”Hasil sanggah diumumkan 30 Desember,” ujarnya.

Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi, wajib mencetak kartu peserta ujian untuk dibawa saat pelaksanaan SKD. Untuk pelaksanaan CAT masih belum ditentukan. Kami masih mempersiapkan.

(ks/war/ful/sub/put/lin/top/JPR)

 TOP
Artikel Lainya