Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Kudus

Sembilan Belas Pelamar CPNS Disabilitas di Kudus Tak Lolos Verifikasi

13 Desember 2019, 11: 41: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

VERIFIKASI: Salah satu pelamar disabilitas sedang menjalani serangkaian proses verifikasi faktual di commad center.

VERIFIKASI: Salah satu pelamar disabilitas sedang menjalani serangkaian proses verifikasi faktual di commad center. (DIYAH AYU FITRIYANI/RADAR KUDUS)

Share this      

KOTA, Radar Kudus – Tahap verifikasi faktual untuk pelamar disabilitas CPNS Pemkab Kudus telah dilaksanakan. Dari 31 peserta yang diverifikasi, sebanyak 19 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat penyandang disabilitas. Maka, mereka dimungkinkan tidak lolos dalam tahapan seleksi administrasi.

Kasubid Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Hendro Muswinda mengatakan, 31 peserta tersebut terdiri dari 10 peserta yang melamar untuk formasi disabilitas. Dan 21 untuk formasi umum yang bisa dilamar disabilitas.

”Untuk yang formasi disabilitas semuanya sesuai dengan kondisi yang dilampirkan. Sedangkan untuk formasi umum hanya dua yang sesuai. Lainnya tidak,” jelasnya.

Pelaksanaan verifikasi faktual bagi penyandang disabilitas yang akan mengikuti seleksi CPNS 2019 dilaksanakan Selasa (10/12) lalu. Pengujinya dr. Naela Munawaroh,Sp.KFR dokter spesialis rehab medik RSUD dr. Loekmono Hadi didampingi Plt Kepala BKPP beserta Timsus BKPP Kudus. Ketidaksesuaian tingkat kedisabilitasan 19 pelamar di antaranya ada yang berkondisi normal. Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah satu pelamar telah mengakui. Dirinya berdalih jika saat mendaftar salah memilih formasi.

”Kebanyakan tidak melampirkan surat keterangan dokter yang menunjukkan tingkat kedisabilitasnya,” katanya.

Ditemui beberapa waktu lalu, Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kudus Catur Widyatno tegas menyatakan akan mengugurkan jika memang terbukti ditemukan kebohongan. Sebab, hal itu dapat mengurangi hak disabilitas yang benar-benar memiliki hak.

Sementara itu, kegiatan verifikasi berkas dinyatakan telah selesai. Sebanyak 8.159 berkas sudah terverifikasi dari jumlah total pelamar online sebanyak 8.361 orang. Dengan selesainya tahapan ini, pihaknya sudah siap untuk pengumuman seleksi administrasi 16 Desember 2019 mendatang.

Terkait tempat penyelenggaraan SKD dan SKB sampai saat ini masih belum dipastikan. Sebelumnya pihaknya telah mengirimkan surat kepada BKN untuk untuk menempati Universitas Sebela Maret (UNS) Solo sebagai lokasi seleksi kompetensi dasar (SKD). ”Sampai saat ini belum ada jawaban tertulis. Tapi kami sudah musyawarah,” kata Catur. 

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia