Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Blora

Dalam 10 Bulan, 1.518 KK di Blora “Lulus” dari Kemiskinan

13 Desember 2019, 09: 52: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

KELUAR DARI KEMISKINAN: Wakil Bupati Arief Rohman serahkan bantuan kepada KPM belum lama ini. Sejak November 2018 hingga Agustus 2019, 1.518 KK keluar dari BDT kemiskinan.

KELUAR DARI KEMISKINAN: Wakil Bupati Arief Rohman serahkan bantuan kepada KPM belum lama ini. Sejak November 2018 hingga Agustus 2019, 1.518 KK keluar dari BDT kemiskinan. (HUMAS PEMKAB BLORA FOR RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus – Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaannya sebagai keluarga miskin. Pengunduran diri itu karena peningkatan kesejahteraan mereka meningkat.

Total yang mengundurkan diri mencapai 1.518 keluarga. Rinciannya, tahap I pada November 2018 ada enam yang keluar. Tahap II pada Februari 2019 yang keluar bertambah menjadi 498 KPM. Tahap III bulan Mei 2019 ada 466 KPM. Berikutnya Tahap IV bulan Agustus bertambah menjadi 548. ”Ini yang mengundurkan diri secara mandiri,” terang Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Endah Purwaningsih.

Dia menambahkan, KPM yang mundur dari kemiskinan tiap periode atau tahap terus bertambah. ”Ada yang awalnya dapat bantuan, sekarang menjadi mandiri. Akhirnya mengundurkan diri dan memilih mandiri,” jelasnya.

Selain itu, ada juga yang mundur karena diberikan bantuan sapi dari Baznas. Sebab mereka merasa selama mendapat bantuan dan bekerja belum bisa beli sapi. Sebelumnya, Baznas telah menerjunkan tim. Untuk survei ke rumah masing-masing penerima.

Setelah survei dan penyuluhan, mereka bersedia keluar dari Basis Data Terpadu (BDT) kemiskinan jika dibantu modal usaha ternak.

”Sehingga kami tetapkan 10 KK di dua desa agar bisa memulai usaha ternak sapi. Mengingat kedua desa ini juga memiliki potensi peternakan sapi,” jelas Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Blora Widodo.

Sementara itu, Wakil Bupati Arief Rohman menjelaskan, Baznas Kabupaten Blora memiliki sejumlah program untuk penanggulangan kemiskinan. Salah satunya dengan bantuan modal usaha. ”Semoga setelah keluar bisa mengembangkan usaha ternaknya dengan baik,” ucapnya.

Pihaknya berharap bantuan modal usaha ternak sapi ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat kurang mampu. Dia berpesan agar penerima bantuan tidak menjual sapinya.

Dengan keluar dari BDT, wakil bupati berharap angka kemiskinan di Kabupaten Blora bisa segera turun. Pihaknya pun ingin agar ke depan semakin banyak warga kurang mampu yang sadar untuk segera keluar dari daftar BDT. Kemudian memulai usaha secara mandiri.

Sutarjan, salah satu penerima bantuan modal usaha ternak dari Desa Pengkolrejo mengaku senang dan berkomitmen untuk keluar dari BDT kemiskinan. ”Semoga perekonomian keluarga kami semakin membaik. Kami siap keluar dari BDT kemiskinan,” ungkap Sutarjan. 

(ks/sub/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia