Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Pati

Angin Puting Beliung di Pati Tumbangkan Sembilan Tiang Listrik Beton

12 Desember 2019, 15: 00: 29 WIB | editor : Ali Mustofa

AMBYAR: Tiang listrik di jalan Pati-Jakenan, Desa Tondmulyo, Kecamatan Jakenan roboh terkena angin puting beliung kemarin siang.

AMBYAR: Tiang listrik di jalan Pati-Jakenan, Desa Tondmulyo, Kecamatan Jakenan roboh terkena angin puting beliung kemarin siang. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Share this      

 PATI, Radar Kudus - Angin puting beliung beberapa menit yang terjadi di Kabupaten Pati menyapu puluhan bangunan rumah, pohon, hingga tiang listrik dan tiang telepon. Tidak ada korban jiwa. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, angin puting beliung terjadi kemarin sekitar pukul 13.00. Angin kencang terjadi hampir di seluruh wilayah di Pati. Angin kencang itu hingga menyebabkan warga ketakutan. Mulai dari TPI Juwana. Disana, tenda pelelangan ikan roboh tersapu angin. Wadah ikan juga beterbangan.

Sementara itu angin kencang dan hujan juga menyapu beberapa bangunan di Desa Tompomulyo, Jakenan, menyebabkan rumah milik Martono, Cuwo, hingga gudang milik Supardi juga rusak. Kerugian rusaknya bangunan yang terjadi di desa itu mencapai Rp 126 juta.

Sementara itu angin puting beliung yang terjadi di Desa Ngastorejo dan Karangrowo, Kecamatan Jakenan menyebabkan atap rumah warga rusak ringan dan satu unit usaha ayam potong rusak berat. Warga langsung kerja bakti membenahi kerusakan atap rumah warga.

“Angin puting beliung juga menyebabkan atap rumah warga mengalami rusak ringan di Desa Kasihan, Sukolilo. Di beberapa pohon pinggir jalan di Pati Kota juga roboh. Beruntung tidak ada korban. Warga dibantu relawan, TNI/Polri langsung membersihkan pohon yang tumbang,” kata Plt Kepala BPBD Pati Hadi Santosa kemarin.

Sementara itu, di Jalan Tondomulyo Jakenan, menyebabkan sembilan tiang listrik dan delapan tiang telepon roboh. Tiang listrik yang roboh itu juga tidak menyebabkan korban jiwa. Perangkat desa setempat langsung melaporkan kejadian itu kepada PLN untuk memperbaikinya.

Walaupun banyak tiang yang roboh, warga masih nekat melintas di jalan itu. Sebab, jalan Pati-Jakenan menjadi akses tercepat warga Jakenan dan sekitarnya dari arah Pati. Jika melintas melewati Juwana, bisa membutuhkan waktu lama.

“Ya tetap lewat jalan Jakenan. Saya rasa sudah tidak ada angin kencang susulan. Lalu banyak juga kendaraan yang melintas. Saya juga ikut melintas,” kata Melinda, salah satu siswa asal Jakenan yang sekolah di Pati.

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia