Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Blora

Meriahnya Kirab Budaya Warnai Puncak Peringatan Hari Jadi ke-270 Blora

12 Desember 2019, 12: 16: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

MENARIK DAN MENGHIBUR: Peserta kirab budaya dalam rangka Hari Jadi ke-270 Blora atraktif menampilkan tarian untuk menghibur penonton kemarin.

MENARIK DAN MENGHIBUR: Peserta kirab budaya dalam rangka Hari Jadi ke-270 Blora atraktif menampilkan tarian untuk menghibur penonton kemarin. (VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI/RADAR KUDUS)

Share this      

BLORA, Radar Kudus - Puncak rangkaian acara Hari Jadi ke-270 Blora berlangsung meriah kemarin. Dengan diselenggarakan kirab budaya. Diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Blora hingga peserta dari luar kota. Acara berlangsung sejak pagi hingga siang.

Area Pendapa Rumah Dinas Bupati tampak sibuk sejak pagi. Di jalanan sekitar alun-alun sudah bersiap mobil-mobil hias. Dikerumuni orang-orang berkostum prajurit era kerajaan. Sementara di rumah dinas, Bupati Blora Djoko Nugroho menyambut tamu-tamunya. Tampak di dalam ada Wakil Bupati Arief Rahman dan Ketua DPRD Blora HM Dasum.

Mereka mengenakan pakaian bak raja-raja Jawa tempo dulu. Yang perempuan memakai kebaya. Di sekitar rumah dinas juga sudah bersiap prajurit-prajurit. ”Kirab ini kan sebagai tanda rasa gembira. Menampilkan adat lokal. Termasuk ada tari-tarian. Yang saya pakai ini adalah ageman kraton Solo," kata Pak Kokok -sapaan akrab Djoko Nugroho.

BERI SELAMAT: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi (kiri) menyerahkan karangan bunga kepada Bupati Blora Djoko Nugroho sebelum kirab Hari Jadi Blora kemarin.

BERI SELAMAT: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi (kiri) menyerahkan karangan bunga kepada Bupati Blora Djoko Nugroho sebelum kirab Hari Jadi Blora kemarin. (KHOLID HAZMI/RADAR KUDUS)

Kirab kemarin dimulai dari Rumah Dinas Bupati menuju kantor DPRD Blora. Beragam suguhan kesenian diperagakan di sepanjang Jalan Pemuda. Salah satu rute kirab. Masing-masing kelompok peserta punya kreasi. Ada yang menampilkan barongan hingga tarian.

Seperti tari tentang Patih Gajah Mada. Peserta melakukan sedikit koreo di salah satu perempatan. Para pemain membawa properti busur panah. Ada yang pakai pedang. Kemudian saling bergerak lincah. Lompat kanan. Lompat kiri. Salto. Lalu atur posisi. Mengikuti musik dari sound system yang diangkut di mobil hias.

Aksi itu mengundang perhatian warga. Yang semula berjajar di sepanjang trotoar jalan, sontak merapat mengabadikan momen. Para penari tampak bersemangat dan energik.

Tahun ini, Hari Jadi Blora mengangkat tema ”Blora The Spirit of Indonesia.” Artinya, dari Blora diharapkan mampu memberikan support terhadap pemerintah pusat. ”Harus kita dukung. Semoga Blora ke depan lebih bagus. Maju. Spirit kita untuk Blora maju ke taraf nasional maupun internasional," tegas Ketua DPRD Blora HM Dasum.

Semakin terik makin ramai. Rombongan peserta kirab saling menyambung. Rombongan Jawa Pos Radar Kudus usai menyerahkan bunga kepada bupati Blora, kemudian ikut menyusuri Jalan Pemuda.

Setiap kelompok memiliki aksi yang tak kalah ciamik. Tari-tarian yang disuguhkan beranega ragam. Musik yang diputar juga warna-warni. Dari gamelan, pop, hingga dangdut. Ibu-ibu pengiring berkaus kuning berjoget. Bebas. Salah satu lalu mengulurkan tangan kanannya ke arah kamera wartawan koran ini. Kemudian mengatupkan ibu jari dan jari telunjuknya. Lalu di geser sedikit. Membentuk simbol love. (vah)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia