Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Rembang

Bupati Rembang: Kasus Sambong Jadi Pelajaran Kades Anyar

06 Desember 2019, 15: 29: 00 WIB | editor : Ali Mustofa

KOMPAK: Camat Gunem, Ahmad Sholchan bersama kepala desa diwilayahnya berfoto besama selepas pelatikan di Pendapa Museum RA Kartini.

KOMPAK: Camat Gunem, Ahmad Sholchan bersama kepala desa diwilayahnya berfoto besama selepas pelatikan di Pendapa Museum RA Kartini. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Kasus mantan Kades Sambong Kunardi yang ditahan gara-gara mengemplang uang program bedah rumah diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga bagi ratusan kades anyar yang dilantik di Pendapa Museum Kartini kemarin. Hal itu ditekankan Bupati Rembang Abdul Hafidz saat pengarahan selepas mengambil sumpah dan janji 235 kades terpilih hasil Pilkades serentak November 2019 lalu. 

Abdul Hafidz menyebutkan persoalan mantan Kades Sambong, Sedan, sudah lama berproses. Pihaknya bersama Muspida sepakat, bahwa di saat Pilkades jangan sampai ada pemeriksaan. Sehingga pascapilkades, yang bersangkutan akhirnya diperiksa. Lalu ditahan.

"Untuk mencegah terulangnya kasus serupa kepala desa baru akan langsung dilakukan pembinaan khusus. Mungkin akhir Desember 2019 atau awal Januari 2020 ada penyuluhan terkait hukum,” tegasnya.

Selain kasus Sambong. Bupati juga berpesan pada kades terpilih untuk mempelajari  tugas pokok dan fungsinya. Salain itu, konsolidasi ke elemen masyarakat desa. Baik yang mendukung atau sebaliknya. Utamanya rival yang ikut menyalon dan segera didekati.

"Ini langkah awal menunjukkan kebersamaan membangun desa. Kalau kebersamaan tentu pembangunan akan mudah dilaksanakan. Begitupun yang pembentukan BPD. Bagi yang belum harus segera membentuk," tegasnya sambil menekankan jika pembentukan BPD waktunya sudah telat. Semestinya tiga bulan sebelum harus membentuk. Namun kondisi di lapangan belum terbentuk sepenuhnya.

  Terpisah, Camat Gunem, Ahmad Sholchan mendukung langkah maju yang diambil Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Untuk memberikan pembinaan khusus dan penyuluhan. Khususnya bagi kepala desa yang baru saja dilantik.

”Di Gunem ada 13 kades yang baru saja dilantik. Di mana 3 petahana dan yang baru sejumlah 13 orang. Mereka harus melaksanakan apa yang disampaikan pak Bupati dalam sambutanya” dorongnya.

Lalu yang paling penting segera melaksanakan pekerjaan yang diamanatkan APBDes. Dengan sebaik-baiknya dan sejujurnya serta amanah mungkin. Sehingga kejadian-kejadian yang tidak diharapkan kecamatan lain yang baru saja terjadi tidak terjadi di Kecamatan Gunem.

”Kita harapkan lewat pembekalan tersebut kepala desa baru bisa segera ON. Lalu melaksanakan tugas-tugasnya sesuai regulasi dan peraturan perundangan,” keinginannya.

Seperti diberitakan sebelumnya pelaksanaan pilkades serentak digelar di 237 desa di Kabupaten Rembang. Namun, yang bisa dilantik 2035. Sementara dua orang kades yang belum dilantik yakni, Telogotunggal, Sumber dan Kendalagung, Kragan akan dilantik pada awal tahun mendatang lantaran masa jabatan kades lama belum berakhir.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia