Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Bank Jateng Cabang Purwodadi Serahkan Mobil Pelayanan Pajak Daerah

06 Desember 2019, 09: 44: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

MENUNJUKKAN: Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Suko Hariyadi (dua kiri), Sekda Grobogan Moch Sumarsono dan Kepala BPPKAD Grobogan Wahyu Susetijono menunjukkan mobil pelayanan pajak kemarin.

MENUNJUKKAN: Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Suko Hariyadi (dua kiri), Sekda Grobogan Moch Sumarsono dan Kepala BPPKAD Grobogan Wahyu Susetijono menunjukkan mobil pelayanan pajak kemarin. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR KUDUS)

Share this      

GROBOGAN, Radar Kudus – Bank Jateng Cabang Purwodadi menjalin kerja sama dengan Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Grobogan. Tujuannya untuk mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui kemudahan pelayanan pajak.Untuk itu, Bank Jateng menyerahkan satu unit mobil pelayanan pajak.

Sebelumnya, penyerahan mobil dilakukan secara simbolis dari Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hana Wijaya ke Sekda Grobogan Moch Sumarsono.

Direktur Bisnis Ritel dan Unit Usaha Syariah Bank Jateng Hana Wijaya melalui Pimpinan Bank Jateng Cabang Purwodadi Suko Hariyadi mengatakan, satu unit mobil tersebut digunakan untuk mempermudahan pelayanan pembayaran pajak daerah. Mobil pelayanan pajak itu didesain khusus untuk beroperasional ke setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan.

”Setelah launching, mobil tersebut bisa langsung dilakukan operasional untuk keliling ke setiap kecamatan. Jika sebelumnya wajib pajak harus datang sendiri, kini ada mobil unit yang melakukan jemput bola. Tentu akan mempermudah pembayaran pajak. Tak perlu berlama-lama antre menunggu di kantor,” ujarnya.

Sekda Grobogan Moch Sumarsono menambahkan, mobil unit bukan hanya untuk mempermudah layanan, tetapi sekaligus mempercepat layanan.

”Layanan pajak secara online melalui alat perekam data secara online, yang bisa terbaca setiap waktu oleh WP maupun BPPKAD. Sekaligus upaya menghindari tindak pidana koruspi. Karena lebih transparans. Tata kelola perbankan termasuk Bank Jateng akan menjadi lebih baik,” jelasnya. Ada juga launching pemasangan 50 alat e-monitoring pajak.

Melalui penambahan pelayanan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar wajib pajak untuk menginput secara mandiri laporan omzet melalui aplikasi yang sudah disediakan BPPKAD maupun inovasi jemput bola ini.

(ks/int/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia