Kamis, 30 Jan 2020
radarkudus
icon featured
Rembang

Diduga Kemplang Duit Bedah Rumah, Kades Sambong Dijebloskan ke Bui

05 Desember 2019, 15: 35: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

Diduga Kemplang Duit Bedah Rumah, Kades Sambong Dijebloskan ke Bui

REMBANG, Radar Kudus – Kunardi, Kades Sambong, Kecamatan Sedan, periode 2013-2019 harus merasakan dinginnya ruang tahanan. Kades yang hari ini purnatugas tersebut, diduga mengemplang uang program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2018 dengan nilai kerugian negara sekitar Rp 130 juta.

Kejaksaan Negeri Rembang menahan Kunardi pada Selasa lalu (3/12). Pria 48 tahun tersebut langsung mengenakan rompi orange dan digiring ke Rutan Kelas IIB Rembang, setelah diperiksa penyidik sekitar 15 menit.

“Sekitar pukul 10.00 WIB. Kami resmi melakukan penahanan,” terang Kasi Pidsus L. Rinanto Haribuwono saat dikonfirmasi kabar yang bersumber dari instagram resmi Kejari Rembang.

Leo membenarkan jika yang bersangkan masuk bui atas dugaan tindak pidana korupsi rehabilitasi RTLH di Desa Sambong Tahu Anggaran 2018. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan tindakan penahanan.

“Yang bersangkutan bersikap kooperatif dan hadir atas panggilan tersebut. Serta mengaku siap untuk ditahan untuk 20 hari ke depan. Sambil merapihkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke penuntut umum,” ujarnya.

Leo memaparkan perkara yang menjerat tersangka. Bermula dari perkara RTLH Desa Sambong anggaran tahun 2018, dana yang dicairkan yang bersangkutan sebesar Rp 130 juta untuk bedah rumah 13 unit di bulan Desember 2018. Ternyata dana disimpan sendiri oleh tersangka dan tidak dipergunakan untuk melakukan rehab rumah yang diperuntukan untuk masyarakat miskin.

”Dalihnya yang bersangkutan belum menyampaikan, kemungkinan nanti pada saat pemeriksaan tersangka kembali,” katanya.

Kasi Pidsus tersangka tak didampingi penasehat hukum. Sehingga pihak Kejari tidak melanjutkan pemeriksaan tersangka. Karena menunggu PH tersangka yang belum dapat hadir.

Sementara itu Camat Sedan, Dwi Martopo saat dikonfirmasi adanya kabar penahanan Kades Sambong Kurnardi pihaknya mengaku juga sudah mendengar. Hanya dirinya tidak mendapatkan informasi resmi.

”Saya dengar dari omong-omong temen kades yang membaca Instagram Kejari Rembang. Akhirnya masyarakat berspekulasi menerjemahkan informasi tersebut,” katanya.

Menurutnya, pemeriksaan dan pengembangan. Beberapa kali yang bersangkutan dipanggil. Tapi tidak tahu substansi pemanggilan. Setahunya hanya RTLH. Terkait hal ini pihak kejaksaan senantiasa koordinasi. Informasi selanjutnya diteruskan.

“Kurang begitu mengetahui kasus tersebut. Kebetulan saya menjabat baru di awal tahun 2019. Namun terkait kasus semacam itu diharapkan menjadi pembelajaran bagi yang lain,” tegasnya.

Pihaknya saat ini pemerintahan desa tetap berjalan. Karena pemerintahan ditangani sejak Pilkades serentak sudah ditangani sekdes selaku pelaksana tugas.” Untuk yang menjabat Saroni sebelum ada pelantikan kepala desa terpilih,” imbuhnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia