Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bupati Haryanto Bagi Tips Berumah Tangga Harmonis, Simak Kiat-kiatnya

03 Desember 2019, 15: 47: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

PARENTING: Bupati Haryanto membagikan tips dan pengalamannya membangun rumah tangga yang harmonis.

PARENTING: Bupati Haryanto membagikan tips dan pengalamannya membangun rumah tangga yang harmonis. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Bupati Haryanto berbagi tips dalam berumah tangga. Menurutnya, membangun keluarga yang bahagia dan sejahtera lahir-batin tidaklah mudah. Hal itu dijelaskannya saat membuka seminar parenting yang digelar Dinas Sosial di pendapa pagi kemarin.

”Terkadang, jika tidak disikapi dengan baik, persoalan-persoalan kecil dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Kalau sudah berkeluarga, pasti banyak rintangan dan hambatan,” terang Bupati di hadapan para ibu-ibu dari berbagai organisasi ini.

Ada beberapa kunci yang perlu jadi perhatian dalam berkeluarga. Salah satunya adalah mengasuh anak. ”Anak-anak itu juga butuh pengertian. Ini penting untuk diperhatikan baik suami maupun istri,” ungkap Bupati.

Kunci kedua, lanjutnya, ialah keteladanan orang tua. Menurutnya, satu di antara contoh keteladanan ialah tidak bertengkar di hadapan anak sendiri. ”Namanya rumah tangga pasti ada cek-coknya. Tapi jangan bertengkar di hadapan anak, bisa ditiru. Cek-coknya juga jangan diterus-teruskan. Namanya keluarga, kalau sudah ya sudah. Jangan saling marah sampai berbulan-bulan. Saya sendiri juga begitu,” kata Bupati langsung disambut tawa ratusan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Kunci ketiga, bagi Haryanto, ialah pendidikan keluarga. Menurut bapak dua anak ini, sebaiknya orang tua tidak semata-mata menyerahkan urusan pendidikan anak pada guru di institusi pendidikan formal saja.

Orang tua harus memberi bekal pendidikan pada anak, termasuk di dalamnya membekali anak dengan ilmu agama yang kuat. ”Ilmu agama penting untuk membentengi anak dari pengaruh negatif. Jangan sampai anak terbawa lingkungan yang buruk. Kalau imannya tidak kuat, kalau tidak punya kemampuan untuk menahan diri, kadang-kadang terpengaruh dan tergoda. Di sinilah pentingnya membekali anak dengan ilmu agama,” tegasnya.

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia