Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Mengkhawatirkan, Lima Ribuan Hektare Lahan Kendeng Utara Kritis

03 Desember 2019, 15: 36: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

TIDAK ASRI LAGI: Pemandangan bentang alam Pegunungan Kendeng di wilayah Kecamatan Sukolilo.

TIDAK ASRI LAGI: Pemandangan bentang alam Pegunungan Kendeng di wilayah Kecamatan Sukolilo. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus – Revitalisasi lahan kritis di kawasan Pegunungan Kendeng Utara bakal dilakukan saat musim hujan nanti. Ada lima ribuan hektare yang dinilai kritis dan mengkhawatirkan. Pemerintah menargetkan kawasan ini tidak hanya ijo royo-royo, tetapi diharapkan bisa memakmurkan masyarakat sekitar.

”Pelan-pelan kami akan mulai (Red, menghijaukan kawasan ini). Pegunungannya hijau. Masyarakatnya juga sejahtera,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sudaryanto kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sudaryanto menjelaskan, di kawasan Pegunungan Kendeng Utara ini ada sekitar 12 ribuan hektare lahan. Dimana sekitar 5 ribu hektarenya kritis. Hal itu yang kemudian memicu sejumlah bencana di kawasan Pati bagian selatan itu. Seperti banjir yang tiap tahun menerjang beberapa wilayah disana.

Revitalisasi lahan di hulu itu, kata Sudaryanto, tidak asal dilakukan. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong masyarakat bergerak menyelamatkan alam sendiri. Para petani penggarap lahan atau biasa disebut pesanggem, tetap dibolehkan menanam tanaman seperti jagung. Namun kedepan, tanaman tersebut akan diganti dengan tanaman porang.

Tanaman itu dinilai lebih ekonomis dan bagus untuk di hutan. Sebab tanaman porang sangat membutuhkan pohon tegakan dengan intensitas sinar matahari yang rendah dibanding tanaman jagung.

”Kami juga memikirkan dampak kesejahteraan masyarakat. Karena kebanyakan masyarakat juga bergantung dengan menanam jagung. Kami nanti coba alihkan ke tanaman porang yang lebih bagus di kawasan seperti Pegungungan Kendeng ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui, tanaman jagung yang membutuhkan sinar matahar lebih banyak biasanya membuat tanaman pokok hutan seperti pohon jati menjadi rusak. Menurut sejumlah sumber kerusakan itu bahkan disengaja agar tanaman jagungnya menjadi lebih baik.

Hal yang sama juga diungkapkan Sukidi, Adm Perhutani Pati, pihaknya akan mendorong petani penggarap untuk membudidayakan tanaman porang sebagai pendamping tanaman pokok hutan seperti pohon jati. 

(ks/aua/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia