Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Salah Angkat, Fosil Gading Gajah Purba Temuan Warga di Patiayam Rusak

03 Desember 2019, 15: 15: 34 WIB | editor : Ali Mustofa

FOSIL: Salah satu fosil gajah purba yang masih utuh dan tersimpan di Situs Patiayam

FOSIL: Salah satu fosil gajah purba yang masih utuh dan tersimpan di Situs Patiayam (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Fosil gading gajah purba kembali ditemukan kemarin di bukit Patiayam. Kondisinya hancur dan tak bisa dikenali. Kerusakannya mencapai 80 persen. Selain disebabkan oleh pengikisan, kondisi itu juga dipengaruhi teknis pengangkatan fosil yang tak sesuai.

Sugeng warga Dukuh Kaliwuluh Desa Gondoharum, Jekulo, Kudus, penemu fosil Stegodon mengaku menemukan fosil saat sedang menggali tanah di ladangnya. Dia melihat posisi fosil  berada di tengah jalan. Jalan itu biasa digunakan tempat lalu lalang kendaraan bermotor untuk berkebun.

BERTAMBAH KOLEKSI: Sugeng salah satu penemu gading gajah purba menunjukkan pecahan fosil yang rusak. Petugas Situs Patiayam bakal melakukan konservasi dan ditargetkan selesai satu bulan.

BERTAMBAH KOLEKSI: Sugeng salah satu penemu gading gajah purba menunjukkan pecahan fosil yang rusak. Petugas Situs Patiayam bakal melakukan konservasi dan ditargetkan selesai satu bulan. ( GALIH ERLAMBANG W/ RADAR KUDUS)

Panjang gading tersebut aslinya 2,8 meter. Namun yang bisa diselematkan panjangnya hanya 1,6 meter. Atau hanya menyisakan ujung gading. Sementara diameter fosilnya berukuran 10 sentimeter.

”Saya kemarin mengangkatnya lalu melaporkan ke petugas situs Patiayam,” ungkap pria yang pernah menemukan gading gajah purba berukuran tiga meter itu.

Sementara itu Djamin salah satu petugas Patiayam menyatakan, kerusakan fosil kali ini parah. Penyebabnya karena pengikisan dan teknis pengangkatan yang tidak sesuai SOP. Jika pengangkatan dilakukan petugas, dipastikan meminimalisir kerusakan.

”Maksud pak Sugeng itu baik menyelamatkan fosil, tetapi ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi. Sebelumnya kami juga meminta warga agar melapor jika mendapatkan temuan fosil,” katanya.

Lebih lanjut, Djamin akan melakukan rekonstruksi fosil tersebut. Mengingat ada beberapa bagian yang fosil yang telah hilang. Konservasi tersebut akan dilakukan secara manual. Jika dikerjakan secara konsen akan selesai satu bulan.

Sementara itu Kasi Sejarah, Museum, dan Purbakala (Rahmuskala) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kudus Lilik Ngesti mengapresiasi warga yang menyerahkan fosil tersebut. Nantinya fosil itu akan dikaji dan diajukan statusnya menjadi benda cagar budaya.

Selain itu pihaknya telah mengedukasi warga sekitar di Situs Patiayam. Agar setiap penemu benda purbakala diharapkan melaporkan. Pasalnya benda tersebut merupakan bagian dari sejarah dan peninggalan yang harus dilestarikan.

”Kesadaran masyarakat melestarikan benda cagar budaya terbilang bagus. Setiap masyarakat yang menemukan fosil atau lainya (benda cagar budaya) akan kami daftarkan untuk mendapatkan tali asih dari Museum Purbakala Sangiran,” ungkapnya.

Diketahui jumlah fragmen koleksi Museum Situs Patiayam mencapai 7.600. Sedangkan untuk koleksi gading gajah purba ada 30 buah. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia