Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

BPJS Kesehatan Nunggak Rp 76 Miliar ke Rumah Sakit di Kabupaten Kudus

03 Desember 2019, 14: 52: 10 WIB | editor : Ali Mustofa

LAYANI: Salah seorang pegawai BPJS Kesehatan memberikan pelayanan di kantor BPJS Kesehatan cabang Kudus baru-baru ini.

LAYANI: Salah seorang pegawai BPJS Kesehatan memberikan pelayanan di kantor BPJS Kesehatan cabang Kudus baru-baru ini. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menunggak Rp 76 Miliar ke beberapa rumah sakit di Kabupaten Kudus. Tunggakan itu mencakup iuran BPJS Mandiri, BPJS Pekerja Penerima Upah (PPU), dan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Tunggakan itu mulai dari Mei 2019 - Oktober 2019.

Besaran tunggakan BPJS Kesehatan cabang Kudus ke beberapa rumah sakit di Kudus karena adanya masalah keuangan. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan cabang Kudus, Rahmadi Dwi Purwanto. ”Kami ada tunggakan Rp 76 miliar ke beberapa rumah sakit di Kudus. Nanti akan kami bayar sesuai jadwal,” terangnya.

Pembayaran sesuai penjadwalan yang dimaksud oleh Dwi yakni menunggu anggaran dari BPJS pusat. Menurutnya, besaran tunggakan yang mencapai Rp 76 miliar ini didasari banyaknya rumah sakit di Kudus.

Meski terdapat tunggakan, Dwi mengaku tidak akan memengaruhi pelayanan peserta BPJS di beberapa rumah sakit di Kudus. Dia berharap rumah sakit tetap memberikan pelayanan yang prima kepada peserta BPJS.

Kepala BPJS cabang Kudus Maya Susanti menyampaikan, tunggakan paling banyak ada di Kudus. Sebab tunggakan Grobogan dan Jepara sudah dibayarkan. ”Tunggakan Grobogan dan Jepara kurang lebih Rp 18 miliar,” ujar Maya. Untuk mengatasi tunggakan ini, pihaknya menunggu anggaran dari BPJS pusat.

Menurut Maya, tunggakan BPJS itu terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya iuran atau premi di bawah rata-rata perhitungan aktuaria negara. Selain itu banyak peserta BPJS yang menunggak dan pelayanan dokter tidak optimal.

Dia berharap, peserta tetap disiplin membayar meskipun tidak sakit.

Sementara itu, Humas RS Aisyiyah Kudus Budi Istriawan menyampaikan, tunggakan BPJS ke RS Aisyiyah terjadi selama empat bulan. ”Tunggakannya terhitung sejak Agustus 2019 sampai November 2019. Tunggakan itu mencakup BPJS Mandiri maupun PBI,” ujarnya. Meski begitu Budi belum dapat memberikan informasi soal nominal tunggakannya.

Hal serupa juga terjadi di RSI Sunan Kudus. Tunggakan BPJS di RSI Sunan Kudus terjadi pada September 2019 hingga Oktober 2019. Itu diungkapkan oleh Direktur RSI Sunan Kudus, Sunaryo Gana. ”Sudah lancar. Tinggal September sampai Oktober saja yang belum,” ujar Gana. Sementara untuk November masih menunggu penyelesaian administrasi. (vga)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia