Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Banyak Konflik, Pelantikan Kades Terpilih di Kudus Ditunda

03 Desember 2019, 14: 43: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

Banyak Konflik, Pelantikan Kades Terpilih di Kudus Ditunda

KUDUS, Radar Kudus – Pilkades di 115 desa di Kabupaten Kudus telah usai. Namun konflik antarpendukung Cakades dan Kades terpilih masih memanas. Jika kondisi itu belum bisa diredam Plt Bupati Kudus Hartopo memastikan akan mengundur pelantikan Kades terpilih.

Hal tersebut dikatakan oleh Hartopo kemarin. Keputusan itu diambil setelah dirinya meninjau lokasi perdebatan antarpendukung. Tepatnya berada di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae. Dia mengatakan, antar Kades tepilih dan Cakades sudah berdamai. Tetapi pendukungnya masih bersitegang.

”Saya tadi malam (Minggu malam) memantau ke lokasi. Meskipun kondisi tadi malam memanas, sudah bisa tertangani,” katanya. 

Saat itu, lanjut Hartopo, kondisi bisa ditangani dari beberapa pihak. Mulai Camat, Kapolsek Bae, dan Koramil. Kedua belah pihak menyepakati untuk berdamai. Salah satu calon Kades gagal terpilih, sepekat untuk tidak menuntut perolehan suara yang diperolehnya.

Melihat kemanan serta menjaga kondusifitas kota Kudus, Hartopo mengambil langkah tegas. Jika masih terjadi konflik terkait Pilkades, dipastikan pihaknya akan menunda pelantikan Kades terpilih. Yang semula pelantikan itu direncanakan pada Selasa (17/11) mendatang. ”Penundaan Pilkades dilakukan jika masih terjadi konflik,” jelasnya.

Pemkab Kudus juga merangkul tokoh masyarakat yang ada di Desa Ngembalrejo. Tujuannya agar sesepuh desa bisa menjaga kondusifitas di wilayah tersebut.   

Di sisi lain Hartopo juga mengakui, ada beberapa hal yang harus dievalusi dalam perhelatan Pilkades serentak lalu. Salah satunya terkait regulasi Cakades yang sudah mencalonkan diri. Dia berkaca pada kasus penundaan Pilkades di Undaan Lor.

Ketentuan itu, kata Hartopo, meski Cakades tersebut maju dan ditengah jalan mengundurkan diri akan diberikan sanksi atau denda.

”Kami akan mengevaluasi beberapa ketentuan. Nantinya ada sanksi atau aturan yang tegas terkait kontestasi Pilkades ke depannya,” harapnya. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia