Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Puluhan Model Adu Kreasi Batik Lasem

03 Desember 2019, 12: 46: 47 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMANGAT BERKARYA: Para model berlenggak-lenggok kenakan baju batik hingga kostum carnival batik Tulis Lasem, Minggu malam kemarin.   

SEMANGAT BERKARYA: Para model berlenggak-lenggok kenakan baju batik hingga kostum carnival batik Tulis Lasem, Minggu malam kemarin.   (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Sebagai kota yang menyandang gelar kreatif kria tingkat nasional. Kabupaten Rembang terus membangun kreativitas masyarakat. Salah satunya melalui, fashion show dan carnival batik tulis lasem yang menjadi kebanggaan.

Minggu malam kemarin berhasil apik ditunjukkan puluhan model. Mereka penuh percaya diri berlenggak-lenggok di atas catwalk merah di Alun-alun Rembang. Acara ini masuk sisipan dari event Aku Rembang, AKu Bisa.

Ini sekaligus final Metamorfosa yang bulan lalu diundur gara-gara hujan. Pesertanya lengkap, mulai dari anak kelas SD-SMP. Lalu jenjang SMA hingga umum. Bahkan yang ikut ambil bagian langsung pengrajinnya.

Khusus Batik Carnival ada lima baju yang ditampilkan. Ada berbentuk Noyo Gimbal. Lalu menunjukan kostum ala Swandaru yang mencerminkan watak. Tidak kalah apik yang menampilkan mahkota sampai burung lovebird. Semua berhasil ditampilkan apik.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang didampingi Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto mengapresiasi secara langsung kegiatan. Khususnya yang ditampilkan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Dinindagkop UKM) Rembang.

”Saya hanya ingin memastikan saja. Hari ini Rembang sudah ditetapkan Bekraf pusat, bahwa menjadi kabupaten yang ditetapkan juara I di bidang kria. Artinya kita wajib menindaklanjuti kegiatan yang pasti, jangan sekadar mendapat juara tetapi tidak kerja,” dorongannya.

Oleh karena bupati mengajak menjadi anak muda kreatif, aktif dan inovatif. Jadi harus yakin. Karena potensi daerah luar biasa. Jadi tidak perlu malu. Sudah saatnya anak muda di Rembang harus mengelola potensi daerah.

Karena Rembang mempunyai laut sepanjang 65 km. Lahan pertanian 40 ribu hektare, tambang yang begitu luas. Bahkan punya 40 ribu UMKM. Semuanya kalau punya inovasi, kreativitas optimistis yang ada di Rembang bisa bermanfaat.

”Mari bersama-sama membangun Rembang. Dengan cara bangun kreativitas. Tentu kalau miliki modal harus kuasai hulu dan hilir. Kalau produksi dapat menguasai, market juga harus mengikuti,” keinginanya.

Sementara itu Kepala Dinindagkop UKM Rembang, Akhasanudin menyampaikan dalam kegiatan yang digagas disemarakkan berbagai acara. Dimulai Minggu pagi sampai malam. Diawali senam yang diikuti masyarakat Rembang.

”Acara disambung lomba memasak makanan khas Rembang. Lalu ada workshop UMKM yang difasilitasi tentang mengelola UMKM dari manajemen dan pemasaran. Lalu desainer Rembang yang memeragakan hasil karya,” laporannya.

(ks/ali/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia