Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Tari Kolosal Seribu Siswa Warnai Peresmian Alun-alun Pati

02 Desember 2019, 15: 03: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

DIRESMIKAN: Peresmian Alun-alun Pati diwarnai dengan tari kolosal hingga ecobrick Sabtu (30/11).

DIRESMIKAN: Peresmian Alun-alun Pati diwarnai dengan tari kolosal hingga ecobrick Sabtu (30/11). (HUMAS PEMKAB PATI FOR RADAR KUDUS)

Share this      

PATI, Radar Kudus - Proyek Alun-alun Pati rampung direvitalisasi awal Oktober lalu. Setelah usai masa perawatan, proyek senilai Rp 8,8 miliar itu akhirnya diresmikan oleh Bupati Pati Haryanto. Peresmian alun-alun tersebut meriah karena dihadiri ribuan warga dan tampilan menarik tari kolosal dari seribu siswa dari berbagai jenjang di Pati.

Peresmian alun-alun dilaksanakan sabtu (30/11) pukul 06.00. Masyarakat sudah memadati alun-alun sejak pukul pagi sebelum acara dimulai. Hampir 10 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) hadir dengan memakai baju adat Pati. Selain itu ada seribu siswa ikut hadir sekaligus menari kolosal sebagai pembukaan peresmian alun-alun.

Pada kesempatan itu juga dilakukan ngopi bareng. Para siswa dan ASN yang ikut meramaikan juga membawa ecobrick yang ditata rapi di sekeliling alun-alun. 

Bupati Pati Haryanto menuturkan, Pemkab Pati telah rampung merevitalisasi Alun-alun Pati. Pekerjaannya selesai sesuai target pekerjaan 5 Oktober lalu. Namun setelah direvitalisasi, alun-alun yang dipagari gavalium selama pekerjaan tidak dibuka terlebih dahulu untuk masyarakat. Supaya tanaman dan rumput di alun-alun tumbuh maksimal terlebih dahulu. 

"Alhamdulillah setelah rampung dikerjakan kini sudah dibuka dan bisa dinikmati masyarakat luas sebagai ruang terbuka hijau yang representatif. Revitalisasi alun-alun sendiri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat, agar menjadi ruang terbuka dan digunakan untuk kegiatan masyarakat baik formal maupun informal," tuturnya didampingi Wabup Pati Saiful Arifin.

Bupati menambahkan, revitalisasi alun-alun ini merupakan tuntutan dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Undang-undang tersebut mengamanatkan, daerah-daerah dalam perkotaan diharapkan terdapat 20-30 persen sebagai ruang terbuka hijau. Untuk itu, area perkotaan termasuk alun-alun dibangun sebagai ruang terbuka hijau dan kita bangun dengan baik. Semuanya dilakukan hanya untuk kepentingan masyarakat Pati. 

"Terlebih, alun-alun merupakan salah satu perwajahan daerah. Masyarakat bisa memakainya dan juga menjadi jantung paru-paru perkotaan agar bisa menghirup udara yang sehat. Silahkan memanfaatkannya tapi kami minta untuk menjaganya juga," jelas orang nomor satu di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini

Peresmian alun-alun tersebut sekaligus mengenalkan produk kopi organik untuk promosi daerah. Karena tidak hanya wisata kuliner tetapi kita juga punya produk-produk unggulan seperti kopi organik. Pemkab juga memberikan nama untuk kopi Pati. Dimana, kopi Pati tersebut sudah mempunyai nama masing-masing. 

(ks/put/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia