Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Pendidikan

UMK Kudus Inovasi Pembelajaran Interaktif lewat Pemanfaatan Teknologi

02 Desember 2019, 14: 22: 35 WIB | editor : Ali Mustofa

PRESENTASI: Dosesn FPIK UMK saat presentasi dalam kegiatan Best Practice-Blended Learning di UMK.

PRESENTASI: Dosesn FPIK UMK saat presentasi dalam kegiatan Best Practice-Blended Learning di UMK. (UMK FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Dosen Universitas Muria Kudus (UMK) terus melakukan inovasi pembelajaran interaktif lewat pemanfaatan teknologi. Salah satunya yang dilakukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMK dengan mengadakan kegiatan Best Practice Blended-Learning. Kegiatan itu didukung penuh oleh Kemenristek Dikti lewat program bantuan Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa Berbasis Teknologi Infomrasi (PBMBTI). ”Kami ingin teknologi yang ada bisa dimaksimalkan,” kata Ketua Pengarah Dr. Sri Surachmi W.

Walau dilakukan melalui daring, namun tetap ada failitasi dialog dan kolaborasi diantara mahasiswa, baik secara offline maupun online. Dengan kegiatan itu, diharapkan penyebarluasan informasi hasil kegiatan pembelajaran berpusat pada mahasiswa berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Untuk peserta pelatihan, tidak hanya dosen FKIP saja, melainkan mengundang dosen dari program studi lain yang ada di UMK. Sehingga semua dosen diharapkan bisa mengetahuinya.

Pelaksanannya dilakukan dengan metode paparan dan diskusi. Salah satu pemanfaatan yang dilakukan seperti penggunaan website untuk tugas mahasiswa. Sehingga bisa diakses dimanapun dan kapanpun. ”Kami tentu berharap kedepan pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran akan makin inovatif,” terangnya.

Mahasiswa harus memiliki kecakapan informasi, media dan teknologi. Tujuannya untuk mengatasi arus globalisasi, salah satunya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan kegiatan Best Practice Blended-Learning teresebut, diharapkan terciptanya iklim pembelajaran yang semakin baik. Harapannya menghasilkan perangkat pembelajaran yang semakin berkualitas dan meningkatnya prestasi belajar peserta didik atau mahasiswa. ”Dengan pembelajaran yang baik, maka kualitas lulusan juga semakin baik,” imbuhnya.

 Sebenarnya, sejak 2012 UMK sudah mengubah metode pembelajaran teacher-centered menjadi student-centered. Mulai tahun tersebut pula UMK mengimplementasikan e-learning. UMK telah memfasilitasi Learning Management System (LMS) yang memungkinkan dosen dan mahasiswa berinteraksi di luar kelas. UMK menerapkan e-learning UMK yang disebut Sunan kepanjangan dari ”Sinau Temenanan”.

Direktorat Pembelajaran Kemenristekdikti ternyata juga cocok, pada 2019 akhirnya ada program bantuan inovasi pembelajaran Student Centered Learning (SCL) bagi perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan, memanfaatkan fasilitas TIK untuk mengoptimalkan pembelajaran yang interaktif.

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia