Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Features
14 Tahun Vakum, Stasiun Gambringan Aktif Lagi

Biasanya ke Jogja Empat Jam, Kini Jadi Dua Jam

02 Desember 2019, 12: 38: 28 WIB | editor : Ali Mustofa

ANTUSIAS: Sejumlah penumpang menaiki kereta Sancaka Utara dari Stasiun Gambringan, kemarin.

ANTUSIAS: Sejumlah penumpang menaiki kereta Sancaka Utara dari Stasiun Gambringan, kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

Vakum sejak 2005, Stasiun Gambringan di Kecamatan Toroh secara resmi aktif lagi per Minggu (1/5). Kereta Sancaka Utara jadi satu-satunya armada yang melewati stasiun tersebut. Dengan rute awal Surabaya dan berakhir di Kutoarjo.
SAIFUL ANWAR, Radar Kudus, Grobogan
TAK seperti hari biasanya yang lengang. Minggu (1/5) pukul 10.03, sejumlah calon penumpang kereta sudah menunggu di ruang tunggu Stasiun Gambringan. Mereka menunggu kedatangan kereta Sancaka Utara yang akan tiba pada 10.43. Sepanjang pinggiran rel, warga juga antusias. Bukan untuk naik. Tapi mengabadikan gambar.

Meskipun baru aktif lagi setelah 15 tahun, fasilitas di stasiun itu sudah bagus. Tiket bisa dibeli secara online. Berbagai fasilitas penunjang calon penumpang juga sudah tersedia. Antara lain musala, toilet, ruang tunggu penumpang, ruang menyusui, ruang tunggu loket, dan lahan parkir. Selain itu juga ada fasilitas untuk penyandang difabel, fasilitas pemeriksaan tiket penumpang, bancik naik turun penumpang, dan fasilitas kebersihan.

Warga Grobogan menyambut kembali aktifnya stasiun tersebut dengan cukup antusias. Hana Ratri, warga Desa Pengkol, Kecamatan Penawangan misalnya. Dia mengaku memanfaatkan momentum aktifnya Stasiun Gambringan dengan jalan-jalan ke Jogjakarta.

RAMAI: Baru beroperasi, kursi Kereta Sancaka Utara dari Surabaya ke Kutoarjo via Gambringan langsung dipenuhi penumpang.

RAMAI: Baru beroperasi, kursi Kereta Sancaka Utara dari Surabaya ke Kutoarjo via Gambringan langsung dipenuhi penumpang. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

”Biasanya kan pakai bis empat jam. Kalau pakai kereta, kan cuma dua jam. Jadi ya senang lah ada alternatif,” kata Hana yang berangkat bersama suaminya.

Rute yang dilewati Kereta Sancaka Utara yakni mulai Stasiun Surabaya Pasarturi, Cepu, Randublatung, Kradenan, Gambringan, Gundih, Solo Balapan, Yogyakarta, dan berhenti Kutoarjo.

Dari Surabaya Pasarturi, kereta berangkat pukul 07.00. Tiba di Gambringan pukul 10.43 dan sampai Kutoarjo sebagai destinasi terakhir pada 14.07. Kereta lalu berangkat lagi dari Stasiun Kutoarjo pukul 17.15 dan tiba di Surabaya Pasarturi pada 00.35.

Rute ini juga baru kembali aktif. Dengan Kereta Sancaka Utara sebagai satu-satunya armada yang bisa dipilih. Ada delapan gerbong. Empat eksekutif dengan total 200 kapasitas tempat duduk. Empat lagi gerbong dengan 256 kapasitas.

Kelas eksekutif dipatok tarif sebesar antara Rp 175 ribu sampai Rp 270 ribu. Sedangkan kelas bisnis bertarif antara Rp 115 ribu hingga Rp 205 ribu. Tiadanya gerbong ekonomi disayangkan Hana. Sebab, sebagaimana diketahui, Grobogan merupakan salah satu daerah dengan kemiskinan yang tinggi. Namun, justru tiket yang tersedia untuk bisnis dan eksekutif.
”Ya pengennya ada yang ekonomi juga. Biar lebih murah,” tambah Hana.

Meski begitu, fasilitas yang tersedia di kereta yang juga pertama kali beroperasi itu memang cukup baik. Ada bantal, kursi yang lebih nyaman-dilengkapi dengan meja lipat, mini bar, toilet khusus, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Sigit Putra, penumpang asal Ponorogo, Jawa Timur sengaja menjajal rute tersebut. Dia mengaku merupakan penggemar kereta dan cukup puas dengan fasilitas dan layanan yang disediakan. ”Ya ingin mencoba saja rute baru. Seperti apa, begitu. Ternyata ya memang bagus, keren,” katanya. (*)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia