Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Jadi Tuan Rumah Poprov 2022, Kabupaten Rembang Masih Kekurangan Matras

02 Desember 2019, 11: 12: 42 WIB | editor : Ali Mustofa

PEMBINAAN: Sejumlah pelajar mengikuti upacara pembukaan pekan olah raga kabupaten di GOR Mbesi Rembang. GOR ini pada tahun 2022 diusulkan untuk gedung kegiatan Porprov Jateng.

PEMBINAAN: Sejumlah pelajar mengikuti upacara pembukaan pekan olah raga kabupaten di GOR Mbesi Rembang. GOR ini pada tahun 2022 diusulkan untuk gedung kegiatan Porprov Jateng. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Persiapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 terus dimatangkan. Beberapa waktu lalu untuk sarana gedung sudah ditinjau, hasilnya cukup layak digunakan. Namun untuk fasilitas seperti matras masih belum tersedia.

Rencana awal bulan ini mematangkan Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab). Jika tak ada hambatan 07 Desember untuk internal kegiatan tersebut. Hal itu sekaligus validasi untuk mempersiapkan Rembang sebagai tuan rumah di porprov.

”Bulan lalu sudah diverifikasi tim Provinsi Jateng. Untuk Rembang kebagian empat cabang olahraga. Mulai wushu, silat, muay thai dan catur,” Kata Ketua Umum Sutrajo melalui Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kabupaten Rembang, Heri Susetyo kepada koran ini.

Menurutnya, terkait penentuan tersebut, tim Pati Raya sudah menghadap Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Hal itu, sebagai daya dorong untuk bisa mengabulkan.

“Kini belum ada keputusan. Apakah Rembang menjadi tuan rumah atau tidak. Nanti akan digodok di dalam RAT Se-Jateng yang rencana bulan ini. Karena di Jateng ada 4 calon yang menyediakan diri sebagai tuan rumah Porprov yakni, Kota Madya Semarang, Solo Raya, poros Pemalang- Tegal, Pati Raya plus Grobogan,” terangnya.

Namun begitu, kemungkinan besar Pati Raya punya khas untuk menjadi tuan rumah. Ini terlihat dari persiapan-persiapan yang sudah dilakukan kabupaten. Termasuk Rembang yang sudah menunjuk gedung, termasuk fasilitas lain.

Salah satunya berupa penginapan. Estimasi Rembang dapat men-cover. Begitupun dari empat gedung yang disiapkan. Misalnya Wushu di Balai Kartini, Catur di sanggar budaya, Museum  RA kartini, silat di gor Mbesi, Rembang.

”Untuk muay thai di gedung haji, Rembang. Empat lokasi yang ditinjau Provinsi, semua memenuhi syarat,” yakinnya.

Kini yang perlu disiapkan dari sisi sarplas. Utamanya  matras. Rembang sendiri belum memiliki kelengkapan lomba tersebut. Inventarisasi dilakukan pengadaan. Ini sudah include dalam satu putusan anggaran 2021.

Paling penting saat ini sudah mendapatkan dukungan lewat surat pernyataan dari Bupati dan ketua DPRD. Karena untuk mencukupi sarplas cukup besar. Jadi harus sesuai dengan standarisasi yang sudah ditentukan.

”Standarisasi minimal Provinsi yang dapat digunakan level nasional. Kita akan godok melakukan studi banding,” jelasnya.

Heri menggambar karpet bola voli mencapai Rp 600 juta.  Jadi sehubungan kebutuhan matras akan menyesuaikan. Dalam hal ini menyesuikan lapangan yang digelar. Disudut utara dan selatan, sebab pesertanya cukup banyak. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia