Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Denda Miras di Jepara yang Disetor Capai Rp 97,75 Juta

02 Desember 2019, 10: 52: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

MARAK: Ribuan botol miras diamankan Satpol PP Jepara sebelum dimusnahkan. Denda tindak pidana ringan peredaran miras tahun ini mencapai Rp 97,75 juta.

MARAK: Ribuan botol miras diamankan Satpol PP Jepara sebelum dimusnahkan. Denda tindak pidana ringan peredaran miras tahun ini mencapai Rp 97,75 juta. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Peredaran minuman keras (miras) di Jepara masih marak. Menjelang akhir tahun ini sudah ada 30 orang yang terjerat tindak pidana ringan (tipiring). Denda yang disetor ke kas negara mencapai Rp 97,75 juta.

Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Istono, melalui Kabid Penegakan dan Penertiban Satpol PP Jepara Anwar Sadat mengatakan, para terdakwa tipiring didakwa dengan Perda Nomor 2 Tahun 2013, tentang larangan minuman berakohol.

Razia rutin dilakukan jajarannya. Beberapa tempat yang disasar adalah penjual miras maupun saat hiburan musik. Dalam beberapa kesempatan, botol-botol miras hasil razia dimusnahkan. Di antaranya sebanyak 3.322 minuman beralkohol berbagai kemasan dan merek dimusnahkan usai upacara peringatan Hari Korpri pada Jumat (29/11/2019).

Terdiri dari 3.106 dengan kemasan botol, 206 miras berkemasan kaleng, dan 10 dalam kemasan jeriken. Pada 12 November lalu juga telah dimusnahakan 3.964 kemasan minuman beralkohol bertempat di halaman Kantor Kejari Jepara.

Ribuan miras itu adalah hasil sitaan dari sejumlah razia. Pihaknya mengakui, peredaran miras dari waktu ke waktu semakin meningkat. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya jumlah barang yang diamankan. ”Meningkat, kira-kira sekitar lima sampai 10 persen,” katanya.

Menanggapi hal itu, Pelaksana tugas (Plt.) Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, pemusnahan barang bukti miras merupakan bentuk komitmen bersama dalam memberantas penyakit masyarakat. ”Agar tindakan ini membuat efek jera bagi yang masih berperilaku melanggar ketentuan peraturan daerah. Itu terkait dengan penyediaan, penggunaan, dan penyimpanan minuman keras di Jepara ini,” ujarnya.

Dikatakannya, cara ini dianggap salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Agar tidak melakukan transaksi maupun mengonsumsi minuman keras. Andi dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya, demi menjaga kondusivitas Jepara sesuai instrumen peraturan daerah. ”Terutama kalau ada tontonan-tontonan, itu juga Satpol PP harus tetap sigap untuk melakukan. Artinya dengan tindakan persuasif,” kata Andi. 

(ks/war/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia