Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Ditemukan 106 Kasus HIV-AIDS, Grobogan Peringkat 7 Terbanyak se-Jateng

02 Desember 2019, 10: 22: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

Ditemukan 106 Kasus HIV-AIDS, Grobogan Peringkat 7 Terbanyak se-Jateng

GROBOGAN, Radar Kudus – Tren kenaikan angka temuan HIV/AIDS di Grobogan cukup tinggi. Sejak tahun 2004 hingga 2019 sudah ditemukan 1257 kasus. Sedangkan dalam triwulan 2 2019 ditemukan 106 kasus. Termasuk peringkat 7 terbanyak se-Jawa Tengah.

Adapun data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, sejak tahun 1987 hingga Maret 2017 telah ditemukan sebanyak 242.699 kasus HIV dan 87.453 kasus AIDS. Grobogan juga manyumbang kasus HIV-AIDS.

Data itu terungkap dalam agenda refleksi dan renungan Hari Aids Sedunia (HAS) di pendopo rumah dr. Johari Angkasa pada Sabtu (30/12) malam. Agenda yang diinisiasi PKBI (Persatuan Keluarga Berencana Indonesia) Grobogan itu turut dihadiri sejumlah pemuda.

"Kegiatan ini juga bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli dan terlibat dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Salah satunya dengan cara melakukan tes HIV secara sukarela," kata ketua PKBI Grobogan Sutrisno.

Lebih lanjut Sutrisno menyatakan refleksi upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia yang telah ada sejak 32 tahun yang lalu. Agenda itu menjadi komitmen pihaknya dalam upaya penanggulangan penyakit yang belum ada obatnya itu.

"Data yang ada menunjukkan bahwa masih banyak orang dengan HIV positif yang belum mengetahui status HIV-nya, sehingga pengobatan untuk mereka juga belum maksimal," kata dia.

Sutrisno menyatakan 32 tahun perjalanan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia, berbagai program telah dilakukan. Baik secara mandiri, melalui dukungan lembaga donor dalam dan luar negeri serta dukungan Pemerintah melalui APBD dan APBN.

Untuk memastikan setiap orang mengetahui status HIV-nya, dan memastikan mereka mendapatkan pengobatan, UNAIDS merekomendasikan Fast track atau jalur cepat 90:90:90. 

Angka tersebut dimaksudkan 90% orang dengan HIV mengetahui status HIV-nya, 90% orang dengan HIV yang mengetahui statusnya mulai melakukan pengobatan terapi ARV dan 90% orang dengan HIV yang telah mengikuti pengobatan terapi ARV dapat berlanjut pengobatannya. Sehingga dapat ditekan viral loadnya.

Renungan Hari AIDS Sedunia 2019 menjadi momentum untuk mengajak kembali masyarakat untuk lebih peduli dan mendukung orang yang terinfeksi HIV serta mulai sadar untuk melakukan tes HIV secara sukarela, melalui tagar #SAYA BERANI.

Tagar ini bertujuan supaya masyarakat berani mengakses layanan VCT tanpa merasa takut, malu, dan salah. Sebab sebenarnya HIV dapat menginfeksi siapa saja dan tes HIV sama dengan tes kesehatan lainnya.

"Selain jalan sehat bersama berbagai organisasi masyarakat sipil, komunitas muda (PKBI) mengajak masyarakat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan," katanya.

Kegiatan itu di antaranya tes HIV gratis, donor darah, aksi “Hug Me” – memeluk /merangkul /bersalaman dengan ODHA, pojok informasi dan edukasi serta penandatanganan komitmen bersama dekati orangnya jauhi virusnya. 

(ks/ful/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia