Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Tak Lampaui Target, Dishub Kudus Kaji Ulang Potensi Pendapatan Parkir

01 Desember 2019, 08: 45: 15 WIB | editor : Ali Mustofa

TAK PERNAH TARGET: Retribusi parkir di Kudus tahun ini kembali tak memenuhi target Rp 2,6 miliar.

TAK PERNAH TARGET: Retribusi parkir di Kudus tahun ini kembali tak memenuhi target Rp 2,6 miliar. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus - Minimnya realisasi pendapatan retribusi parkir tepi jalan kembali menjadi mendapat sorotan dari beberapa pihak. Salah satunya dari Ketua DPRD Kudus Masan. DPRD Kabupaten Kudus bakal mengkaji ulang semua potensi pendapatan parkir. Pengkajian itu menggandeng akademisi. Dinas Perhubungan (Dishub) juga mengkaji potensi parkir itu.

Ketua DPRD Kudus Masan menyatakan, realisasi parkir di tahun 2019 ini belum bisa melampaui target. Untuk itu pihaknya berupaya melakukan penganggaran guna penelitian potensi pendapatan parkir.

Ia menambahkan, pihak Dishub tengah melakukan uji penelitian pendapatan parkir tepi jalan. Pihaknya pun mendukung hal tersebut. Rencananya, dewan menganggarkan kegiatan penelitian tersebut.

”Jika potensi pendapatan masih rendah, DPRD Kudus pada APBD perubahan 2020 bakal menganggarkan potensi penilitian pendapatan parkir dengan universitas,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.

Pengkajian potensi pendapatan parkir bersama akademisi dirasa penting oleh politikus PDI P itu. Guna mengetahui berapa potensi pendapatan per titik parkir di Kota Kretek. Sementara saat proses penggangaran di Banggar mengacu pada kondisi di lapangan. Agar penganggaran tidak terlalu tinggi atau terlampau rendah. 

Apakah nantinya akan menggandeng pihak ketiga atau dikelola Dishub sendiri, kata Masan, harus melihat kesanggupan pihak pengelola. Yang mengacu pada hasil penelitian potensi parkir yang dilakukan pihak akademisi.

Diharapkan Masan, hasil penelitian tersebut bisa dijadikan patokan Pemkab Kudus. Agar target pendapatan parkir yang dibebankan tidak telalu tinggi dan terlalu rendah. ”Sekarang ini pengkajian potensi parkir sudah dilakukan. Jika masih terlalu rendah (Pendapatan parkir, Red) kami akan menganggarkan kajian potensi parkir dari pihak universitas,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kudus Abdul Halil menyatakan, pihaknya akan melakukan penelitian secara terperinci pada masing-masing titik parkir tepi jalan. Pihaknya telah menerjunkan akademisi untuk melakukan uji potensi parkir.

Ia mengatakan, uji potensi itu akan dilakukan bersama Unika Soegijapranata Semarang. Rencananya bakal dilangsungkan pada Desember ini. Disamping melakukan uji potensi dari akademisi, Dishub bakal melakukan uji potensi pendapatan parkir.

”Nanti ada pembanding hasil uji potensi antara akademisi dan Dishub. Kalau akademisi terjun ke lapangan kadang per hari maupun satu bulan. Kalau dari kami (Dishub, Red) melakukan tiap hari, ” ungkapnya.

Diketahui pendapatan parkir hingga November ini masih diangka 17 persen. Atau baru menyentuh Rp 457 juta dari target yang dibebankan Rp 2,676 miliar. (gal)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia