Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

BPBD Petakan Puluhan Desa di Rembang Rawan Bencana saat Musim Hujan

30 November 2019, 06: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

LANGGANAN: Sekolah SMPN 2 Lasem yang berada di Jalan Pantura menjadi langganan banjir tiap kali musim penghujan.

LANGGANAN: Sekolah SMPN 2 Lasem yang berada di Jalan Pantura menjadi langganan banjir tiap kali musim penghujan. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Rembang mulai memetakan daerah rawan bencana. Total ada 59 desa yang sudah dipetakan. Ada yang rawan bencana banjir, longsor dan angin puting beliung.

Kepala Pelaksanaan BPBD Rembang, Plt Budi Asmara melalui Kasi Kegatdaruratan, Pramujo mengatakan dari 294 desa di Kabupaten Rembang, 59 desa dianggap berpotensi terdampak bencana. Hal ini disesuai geografis maupun iklim yang memunginkan terjadinya bencana.

”Salah satunya iklim penghujan. Rawan terjadi banjir maupun tanah longsor,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain itu, potensi yang mugkin terjadi berupa angina puting beliung. Dari tiga potensi bencana tersebut pemetaan sudah rampung. Untuk yang rawan banjir terdata dari BPBD Rembang sebanyak 28 desa tersebar di beberapa kecamatan.

Kondisi pemetaan semacam ini sangat penting. Karena saat ini memasuki musim pancaroba, khususnya menghadapi musim penghujan. Makanya butuh upaya prefentif, sikapi potensi bencana di daerah.

”Untuk potensi bencana banjir tersebar di tujuh kecamatan. Diantaranya Kecamatan Sarang, Lasem, Kragan, Pamotan, Sulang, Kaliori dan Sumber,” terangnya.

Untuk pemetaan daerah rawan longsor. Jumlahnya ada 24 desa tersebar di Kecamatan Lasem, Pancur, Sale, Kragan, Sluke dan Sedan. "Sementara daerah yang rawan puting beliung. Ada tujuh desa. Tersebar di Kecamatan Sale, Pamotan, Lasem dan Bulu,” katanya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia