Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Gara-gara Jadwal Pengaspalan Berubah, Warga Tertahan di Pinggir Jalan

29 November 2019, 13: 05: 59 WIB | editor : Ali Mustofa

MENUNGGU PENGASPALAN: Warga harus bersabar dan tertahan sementara menunggu pengaspalan jalan menuju Desa Rahtawu selesai kemarin.

MENUNGGU PENGASPALAN: Warga harus bersabar dan tertahan sementara menunggu pengaspalan jalan menuju Desa Rahtawu selesai kemarin. (DONYY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Progres peningkatan jalan Menawan-Rahtawu terus dikebut. Kemarin, tahapannya sudah dilakukan pengaspalan. Meskipun demikian, warga sekitar diminta bersabar dan menunggu pengerjaan selesai. Sebab, ruas jalan tersebut ditutup.

Salah satu warga Desa Rahtawu Nursami hendak pulang ke rumahnya. Ia terpaksa menunggu di sebelah selatan dari gerbang masuk Desa Rahtawu. Ia menunggu sejak pukul 09.00. Motornya tak bisa lewat. Mengingat ada pengaspalan jalan. Saat wartawan koran ini di lokasi, jam menunjukan pukul 10.35. Hampir satu setangah jam dia menunggu.

”Saya menunggu dari jam 09.00. Kemarin sudah diberitahu dari kepala desa bahwa ada pengaspalan jalan," tuturnya.

USAI DICOR: Para pekerja mengaspal Jalan Menawan-Rahtawu kemarin siang. Jalan ini dilebarkan dari 3,5 meter menjadi 5 meter.

USAI DICOR: Para pekerja mengaspal Jalan Menawan-Rahtawu kemarin siang. Jalan ini dilebarkan dari 3,5 meter menjadi 5 meter. (DONYY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

Hal senada diungkapkan Suwarni, warga Desa Rahtawu lain. Dia bersama rombongan juga hendak pulang ke rumah dari pasar. Mobilnya harus menepi sejenak. Mengingat di ruas jalan tersebut sedang ada pengaspalan. ”Ini tidak bisa bergerak tadi (minggir). Sudah sejak pukul 09.00 saya menunggu," ungkapnya.

Meski harus menepi, warga menyambut baik pelebaran jalan dan pengaspalan tersebut. Sebab jalan dulunya sempit. Setelah dilakukan pelebaran aman untuk simpangan kendaraan.

Sementara itu, Rudi, direktur proyek pengaspalan Jalan Menawan-Rahtawu menyatakan, dia meminta maaf lantaran pengaspalan dihari pertama diubah jadwalnya. Mengingat di daerah tersebut bakal dilaksanakan pengajian pada Kamis malam. Meski demikian, pihaknya telah mengantongi izin pengerjaan dari pemerintah desa setempat.

Rudi menambahkan, proses pengaspalan dilakukan hanya sehari. Sementara sisanya, akan dilakukan pengaspalan pada malam hari. Atau mulainya sekitar pukul 18.00. ”Pengerjaan pada hari pertama dimulai pukul 08.00 hingga 14.00. Karena aspal bisa cepat dilewati setelah proses pemerataan," ungkapnya.

Proses pengaspalan di ruas Jalan Menawan-Rahtawu ditargetkan selesai empat hari ke depan. Sebelumnya, lebar jalan hanya 3,5 meter. Setelah ada peningkatan jalan, lebarnya mencapai lima meter.

Terpisah, Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Apriliana Hidayati menyatakan, pengasplan tak membutuhkan waktu lama untuk bisa dilewati. Berbeda dengan cor rigit yang harus terlebih dahulu menunggu umur beton.

”Ruas jalan Menawan-Rahtawu pengaspalannya dilakukan 100 persen. Sementara di ruas Jalan Gebog-Menawan hanya 50 persen," ungkapnya.

Pendaan pengerjaan Jalan Menawan-Rahtawu menggunakan alokasi bantuan gubernur (Bangub). Nilainya sekitar Rp 2,4 miliar dengan panjang lintasan yang dikerjakan mencapai 1,7 km. Sedangkan pengerjaan Jalan Gebog-Menawan kontraknya Rp 1,8 miliar dengan panjang lintasnya 3,5 km. (gal)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia