Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Sportainment

Usai Dikarantina, Pebulu Tangkis Muda Audisi PB Djarum bakal Diseleksi

28 November 2019, 13: 12: 58 WIB | editor : Ali Mustofa

UNJUK GIGI: Atlet bulu tangkis menunjukkan kebolehannya saat mengikuti Audisi Umum di GOR Djarum, Jati, Kudus, baru-baru ini.

UNJUK GIGI: Atlet bulu tangkis menunjukkan kebolehannya saat mengikuti Audisi Umum di GOR Djarum, Jati, Kudus, baru-baru ini. (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Atlet bulu tangkis belia hasil seleksi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 menjalani karantina sejak 23 sampai 29 November di GOR Djarum Jati dan GOR Djarum Kaliputu, Kudus. Setelah selesai dikarantina, pebulu tangkis muda itu bakal kembali diseleksi.

Proses seleksi usai karantina itu, untuk memutuskan siapa atlet yang akan mendapatkan Beasiswa Bulu Tangkis oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Untuk saat ini, ada 54 atlet yang lolos Audisi Umum di lima kota. Mereka terdiri dari 21 atlet putri dan 33 atlet putra.

Sementara itu, jumlah beasiswa yang akan diberikan pihak PB Djarum masih belum diketahui. Hal itu disampaikan Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin.

Menurut Yoppy, besaran kuota beasiswa belum bisa disampaikan. Sebab, promosi dan degradasi masih berlaku. Itu didasarkan kemampuan dari atlet, meliputi fisik, teknik, dan kepribadian atlet. ”Setelah karantina, yang lolos akan mendapat beasiswa. Yang tak lolos dipulangkan ke klub masing-masing. Tetapi tetap kami pantau,” terangnya.

Pemantauan yang dimaksud Yoppy itu, lewat beberapa turnamen. Jika performa selama mengikuti turnamen dapat menunjukkan performa terbaik, akan kembali dipanggil oleh pihak PB Djarum untuk diberi beasiswa.

Orang nomor satu di PB Djarum itu menyampaikan, atlet yang lolos karantina dan mendapatkan beasiswa akan digembleng selama tiga bulan. Setelah itu, atlet mulai diturunkan di beberapa event, salah satunya Alan Susi Technology (Astec).

”Mereka kan usianya U-11 dan U-13. Jadi, kami turunkan di event secara bertahap sampai ke even nasional. Kalau sudah mahir di event nasional kami ikutkan ke event yang lebih besar lagi,” ujar Yoppy.

Dia menyampaikan, pengumuman atlet yang lolos karantina dan mendapatkan beasiswa bakal disampaikan melalui press release setelah 29 November. ”Saya berharap, atlet yang terpilih merupakan atlet yang terbaik dan memiliki keistimewaan,” harapnya. (vga)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia