Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Disperindag Jepara Sebut Nilai Ekspor Garmen Melebihi Furnitur Kayu

28 November 2019, 09: 41: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

ANDALAN: Nilai ekspor produk furnitur kayu masih jadi andalan Jepara. Namun pertumbuhannya kalah dari ekspor garmen dan sepatu.

ANDALAN: Nilai ekspor produk furnitur kayu masih jadi andalan Jepara. Namun pertumbuhannya kalah dari ekspor garmen dan sepatu. (DOK. RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA, Radar Kudus – Ekspor produk garmen mengalami pertumbuhan paling tinggi di antara komoditi lainnya. Bahkan melebihi pertumbuhan ekspor ukir. Ekspor produk garmen dan sepatu mencapai USD 150,3 juta atau naik 86,4 persen dari USD 80,6 juta.

Sementara itu, kinerja ekspor furnitur dari kayu pada tahun lalu mencapai lebih dari USD 179 juta atau naik 7,3 persen, dibanding tahun sebelumnya sebesar USD 166,8 juta. Komoditas yang digeluti 386 eksportir tersebut pada semester pertama tahun ini telah mencapai USD 98,7 juta juta.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara Ratib Zaini mengatakan, produk ukir kayu masih menjadi penyumbang ekspor terbanyak. Namun dari sisi pertumbuhan, masih kalah dengan produk garmen dan sepatu.

”Beberapa tahun terakhir banyaknya pabrik di wilayah Jepara utara memengaruhi komoditi ekspor di Jepara. Meski demikian, furniture masih jadi andalan,” ujarnya.

Menurutnya, secara kumulatif pada periode Januari hingga Juni tahun ini, nilai ekspor telah mencapai 187,8 juta dolar AS atau meningkat 10,65 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. ”Nilai ekspor Kabupaten Jepara dari 2015 sampai 2019 semester satu alhamdulillah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan,” ujar dia.

Sementara itu, Asisten II Sekda Jepara Mulyaji menilai selain investasi kontribusi ekspor juga dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk itu, sinergitas menjadi sebuah syarat mutlak demi mewujudkan Jepara yang lebih sejahtera. ”Sinergitas yang semakin kuat antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan stakeholder juga mutlak diperlukan,” ujar Mulyaji.

Menurutnya, Pemkab Jepara pun telah melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi tersebut. Di antaranya, menurunkan ekonomi berbiaya tinggi dengan menata birokrasi dan memangkas regulasi penghambat investasi. Penyederhanaan proses perizinan melalui penerapan sistem perizinan berusaha terintegrasi (OSS). Peningkatan kualitas SDM melalui sertifikasi profesi bagi tenaga ahli ukir, serta meningkatkan produktivitas melalui sistem pendidikan dan pelatihan vokasi. 

(ks/war/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia