Senin, 17 Feb 2020
radarkudus
icon featured
Rembang

Gus Mus Dapat Undangan “Khusus” di Haul Gus Dur

28 November 2019, 08: 44: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

SEMRINGAH: Hj. Sinta Nuriyah tampak sumringah saat ngobrol santai dengan Gus Mus di kediamanya kompleks Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh Rembang, Kemarin (27/11).

SEMRINGAH: Hj. Sinta Nuriyah tampak sumringah saat ngobrol santai dengan Gus Mus di kediamanya kompleks Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Leteh Rembang, Kemarin (27/11). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Hj. Sinta Nuriyah Wahid, Istri Presiden Indonesia ke-4 KH. Abdurrahmad Wahid (Gus Dur) silaturahmi di kediaman KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Rombongan keluarga Gus Dur ini, bermaksud menyampaikan undangan “khusus” pada Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin untuk hadiri di acara Haul Gus Dur Satu Dekade.

Sinta Nuriyah didampingi putrinya Inayah Wulandari melakukan perjalanan lewat darat dari Bandar Udara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Rombongan tiba di bandara sekitar pukul 09.40 WIB. Selanjutnya menggunakan mobil pribadi. Jenisnya Camry nopol H7398 WY. Rombongan tiba di pondok pukul 12.00 WIB.

Setibanya disambut menantu Gus Mus, Wahyu Salvana. Lalu rombongan dipersilahkan masuk di ruang tamu. Selang beberapa menit Gus Mus yang mengenakan baju warna coklat dengan sarung dan peci putih langsung menyapa. Utamanya terkait kabar. Lalu perjalanan dari mana. Kemudian rombongan bersama siapa saja.

”Sehat semua. Habis perjalanan dari mana. Menggunakan apa?,“ sapa Gus Mus.

Tak lama rombongan dipersilahakan makan siang. Dilanjutkan bincang-bincang hampir 2 jam, sebelum bergegas terbang dari Semarang. Kebetulan Gus Mus dalam waktu bersamaan juga tengah menerima tamu rombongan dari Jakarta.

Tidak lain Habib Kelompok Islam Moderat, Jindan Bin Salim dari Jakarta yang juga pengasuh ponpes Al Fakriyah Ciledug Jakarta. Di mana ponpes tersebut kebetulan juga diresmikan Gus Dur, tepatnya tahun 1992. Rombongan didampingi Gus Lutfi Thomafi.

Sinta Nuriyah Wahid, M.Hum diwakili anaknya Inayah Wulandari menyampaikan kedatangannya di Kabupaten Rembang dalam rangka Haul Gus Dur. Kebetulan memasuki satu dekade.

”Kebetulan saya ketua panitianya. Tahun ini kami ingin mengangkat Gus Dur dalam gerakan budaya,” katanya saat ditanya Jawa Pos Radar Kudus.

Inayah mengaku sengaja mengakat tema Gus Dur dari sisi budaya. Karena selama ini Indonesia cenderung berpikir sosok Gus Dur identik politik. Misalnya, sebagai Presiden. Tetapi semua itu hanya porsi kecil dari sosok Gus Dur.

Justru sebaliknya porsi besarnya penggerak sipil. Lalu yang paling banyak menggerakanya lewat kebudayaan. Inilah yang coba ingin diangkat. Misalnya ingin membicarakan cita-cita Indonesia dan segala macam.

”Kalau ingin membicarakan cita-cita Indonesia dan segala macam. Bukankah budaya memiliki porsi yang besar?. Misalnya soal membangun manusia Indonesia lewat nawacita dan bla-bla. Kalau budaya tidak diberikan porsi besar justru aneh. Makanya pemikiran Gus Dur yang masih relevan hingga saat ini dalam konteks budaya ingin kami diangkat,” terangnya.

Pada haul tanggal 27-28 Desember mendatang Inayah menyebutkan akan ada festival budaya Gus Dur. Lokasinya dipusatkan dua tempat. Pertama di Taman Ismail Marzuki, Jakarta dan kedua di Ciganjur, Jakartas Selatan. Kebetulan Gus Mus sangat mewakili dan sangat paham kebudayaan. Untut itu, pihaknya berbincang terkait poin yang akan diangkat. Dari hasil diskusi jika tidak berhalangan Gus Mus bisa hadir secara khusus.

”Kita dari Jakarta secara khusus mengundung Gus Mus. Kebetulan saya hanya dengan ibu. Sehingga diharapkan warga masyarakat hadir. Karena untuk umum,” ungkapnya. 

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia