Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Ekonomi

Peduli Kekeringan, BRI Kanca Rembang Kembali Salurkan Rp 25 Juta

25 November 2019, 09: 18: 40 WIB | editor : Ali Mustofa

KOMITMEN: Pemimpin Cabang BRI Rembang, Bari Indro Pratomo saat menyerahkan CSR untuk pembangunan masjid Al-Islah. BRI juga menyerahkan bantuan air bersih tahap II kepada Plt Pelaksana BPBD Rembang, Budi Asmara, nilainya Rp 25 juta.

KOMITMEN: Pemimpin Cabang BRI Rembang, Bari Indro Pratomo saat menyerahkan CSR untuk pembangunan masjid Al-Islah. BRI juga menyerahkan bantuan air bersih tahap II kepada Plt Pelaksana BPBD Rembang, Budi Asmara, nilainya Rp 25 juta. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk  Kantor Cabang (Kanca) Rembang kembali menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bantuan tanggap darurat penanganan kekeringan. Bantuan ini disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Untuk disalurkan seluruh desa terdampak sebanyak 63 desa di 14 kecamatan.

Pemimpin Cabang BRI Rembang, Bari Indro Pratomo menyampaikan bantuan dana CSR yang disalurkan merupakan tahap kedua. Sebelumnya bantuan serupa telah disalurkan tanggal 16 September lalu. Dengan total dana sama sebesar Rp 25 juta.

”Total CSR yang sudah kita salurkan untuk kekeringan jadi Rp 50 Juta. Di mana anggaran Rp 25 juta yang kita salurkan setara 125 tangki,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

(WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Menurutnya, BRI sangat peduli dengan tanggap bencana. Untuk itu, ketika daerah mengalami bencana, BRI akan turut hadir membantu lewat CSR. Tentu sesuai permintaan daerah. Kalau sudah ditetapkan, ada permintaan baru bisa disalurkan.

“Seperti penetapan bencana kekeringan di Rembang. BRI  koordinasi dengan BPBD Rembang untuk salurkan air bersih. Untuk selanjutnya disalurkan desa-desa di Kabupaten Rembang yang mengalami kekeringan. Ini sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi BRI Cabang Rembang terhadap lingkungan sosial. Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat yang saat ini alami kekeringan,” harapnya.

Sementara itu Plt Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Budi Asmara menyampaikan hingga pekan kemarin sudah ada 63 desa alami kesulitan akses air bersih. Drooping sudah 1.285, termasuk bersumber dari CSR BRI Rembang.

”BRI kembali menyalurkan tahap II. Besaranya sama Rp 25 Juta. Setelah ada permintaan dari BPBD Rembang, sebab di wilayah kami masih terdampak kekeringan,” katanya.

Kondisi kekeringan dimungkinkan sampai akhir tahun. Karena tidak ada hujan. Ini sesuai arahan BMKG saat rapat di Solo beberapa waktu lalu. Arahan menyatakan hujan lebih lama selama sepakan sampai dua pekan di akhir tahun.

Jadi ada kemungkinan desa yang terdampak bertambah. Solusinya dari BPBD meminta CSR. Salah satunya dari BRI yang sudah menyalurkan tahap II.

”Sebelumnya ada 65 desa yang terdampak kekeringan. Lalu ada pengeboran sumur di dua desa, sehingga totalnya menjadi 63 desa,” yakinnya.

Kepedulian BRI tidak  berhenti saat musim kekeringan. Di bulan ini juga menyalurkan CSR untuk bidang keagamaan. Wujudnya dana Rp 50 juta, untuk pembangunan masjid Al-Islah, Desa Maguan, Kecamatan, Kaliori.

Terpisah Rukani,  Takmir Masjid Al-Islah, Dukuh Sawahan, Desa Maguan, RT  01/ RW 03 Kecamatan Kaliori menyampaikan masjid dibangun mulai bulan Agustus 2018. Pembangunan berasal dari swadaya masyarakat. Termasuk salah satunya bantuan dari BRI.

”Total yang kita terima dari BRI Rp 50 Juta. Ini untuk kami gunakan tahap akhir masjid. Utamanya bagian atas yang belum tersentuh. Dari pengurus, utamanya panitia ucapkan terima kasih atas pedulinya BRI atas pembangunan masjid Al-Islah,” ungkapnya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia