Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Rugikan Rp 3,25 M, Terdakwa Korupsi Uang Tilang Dituntut 5 Tahun Bui

21 November 2019, 16: 21: 11 WIB | editor : Ali Mustofa

TERTUNDUK LESU: Adian Nur Cahyo terus tertunduk saat tuntutan dibacakan JPU Kejari Rembang di Pengadilan Tipikor Semarang.

TERTUNDUK LESU: Adian Nur Cahyo terus tertunduk saat tuntutan dibacakan JPU Kejari Rembang di Pengadilan Tipikor Semarang. (RADAR SEMARANG/JOKO SUSANTO.)

Share this      

SEMARANG, Radar Kudus - Pegawai negeri sipil bagian tilang tata usaha Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang nonaktif, Adian Nur Cahyo, bakalan meringkuk cukup lama akibat ulahnya, melakukan dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan kerugian negara mencapai Rp 3,25 miliar, dengan modus pelaku tidak menyetorkan dana tilang (verstek dari) dari 2015 hingga 2018.

Pasalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Rembang, Leo Rinanto Haribuwono, menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun 8 bulan. Atas kasus itu terdakwa dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 tentang Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp 300 juta subsidair 4 bulan kurungan.

“Membebankan terdakwa  Adian Nur Cahyo untuk membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp 3,036 miliar, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar UP, maka dipidana penjara selama 2 tahun 10 bulan,”kata JPU Kejari Rembang, Leo Rinanto Haribuwono, dalam amar tuntutannya, dihadapan majelis hakim yang dipimpin Suparno, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (20/11).

Dalam pertimbangannya, JPU, menyebutkan hal-hal memberatkan perbuatan terdakwa mengakibatkan berkurangnya rasa tidak percaya masyarakat terhadap instansi kejaksaan RI, kemudian terdakwa mencoreng kredibilitas institusi, terdakwa sempat melarikan diri ketika perkara ini diproses, terdakwa tidak mengembalikan kerugian negara dan terdakwa mengusai seluruh hasil tindak pidananya.

“Hal meringankan terdakwa memiliki tanggungan keluarga, terdakwa berterus terang dan menyesali perbuatannya dalam persidangan, terdakwa belum pernah dihukum,”sebut jaksa.

Menanggapi tuntutan itu, kuasa hukum Adian Rizki Tamelah, memastikan akan mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya. Menurutnya tuntutan tersebut terlalu berat bagi kliennya.

Perlu diketahui, dari hasil penyidikan, diketahui uang kerugian negara tersebut digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi dan membeli burung. (jks)

(ks/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia