Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Dongkrak Produk Lokal, Plt Bupati Kudus Larang OPD Minum Kopi Impor

21 November 2019, 15: 27: 19 WIB | editor : Ali Mustofa

KOPI MURIA: Barista sedang meracik kopi Muria. Untuk mendongkrak penjualan, Plt Bupati Kudus Hartopo mewajibkan OPD minum kopi ini.

KOPI MURIA: Barista sedang meracik kopi Muria. Untuk mendongkrak penjualan, Plt Bupati Kudus Hartopo mewajibkan OPD minum kopi ini. (DONNY SETYAWAN/ RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Plt Bupati Kudus Hartopo melarang pembelian kopi impor di seluruh OPD di Kabupaten Kudus. Solusinya dengan membeli kopi muria yang ditanam petani Kudus. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengangkat produk lokal hingga bisa dikenal.

Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, setiap dinas ada anggaran makan dan minum. Maka dari itu pihaknya menekankan di setiap kantor menyediakan kopi lokal. Khususnya kopi muria. ”Kopi impor jangan,” katanya. Pihak OPD dibebaskan dalam pemilihan dan pembelian kopi. Asalkan kopi tersebut ditanam oleh para petani di Kabupaten Kudus.

Keberadaan kopi muria, kata Hartopo, tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurutnya kopi lokal mampu bersaing dengan kopi yang berada di kafe- kafe. Selain itu pendampingan petani kopi juga dilakukan oleh Pemkab Kudus. Serta memberikan bantuan usaha melalui program pencatatan 500 wirausaha baru.

Sementara itu Kasi Fasilitasi Perdagangan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Teddy Hermawan mengatakan, pihaknya telah menyediakan kopi muria di kantornya. Ini untuk mempromosikan kopi lokal yang rasanya tak kalah asing itu.

Pihaknya juga telah menyuguhkan kopi Muria kepada pihak luar. Misalnya saat kegiatan sosialisasi ekspor Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) dari Kementrian Perdagangan.

”Mei lalu kami menyuguhkan kopi muria kepada Kementerian Perdagangan,” katanya.

Teddy menyebutkan, potensi kopi Muria sangat baik ke depannya. Pihaknya saat ini tengah mendukung kopi robusta Muria bisa diekspor.

”Ada salah satu perusahaan kecil berskala ekspor yang tengah merintis kopi muria untuk diekspor,” ungkapnya. (gal)

(ks/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia