Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Bawaslu Jepara Bekali Santri Balekambang Pengawasan Parsitipatif

21 November 2019, 13: 20: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

NGAJI POLITIK: Santri Pondok Pesantren Raudlotul Mubtadiin Balekambang, Nalumsari antusias belajar pengawasan partisipatif belum lama ini. 

NGAJI POLITIK: Santri Pondok Pesantren Raudlotul Mubtadiin Balekambang, Nalumsari antusias belajar pengawasan partisipatif belum lama ini.  (BAWASLU FOR RADAR KUDUS)

Share this      

JEPARA,  Radar Kudus - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jepara menggelar sosialisasi pengawasan partisipatif bagi santri pondok pesantren di aula lt. 3 Pondok Pesantren Raudlotul Mubtadiin Balekambang, Nalumsari pada Selasa (19/11) lalu.

Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko mengatakan santri adalah generasi yang akan menjadi calon pemimpin di masa depan. Untuk itu perlu dibekali pengetahuan tentang politik dan demokrasi. Sosialisasi ditujukan agar santri mengerti apa saja yang boleh dan tidak diperbolehkan saat pemilu, sehingga mampu menjadi pengawas parsitipatif.

”Sebagai generasi muda yang nanti saat pemilu sudah memiliki hak pilih, tentu perlu mengetahui aturannya. Selain itu santri juga akan menjadi pemimpin di masa depan. Semoga pesan mengenai pengawasan bisa disampaikan ke masyarakat,” terangnya.

Dia meneruskan, santri bisa menjadi pengawas parsitipatif, membantu Bawaslu dalam hal pengawasan. Sehingga apabila apabila ada yang melanggar dapat melapor ke Bawaslu.

”Kami tahu semua masyarakat memiliki hak untuk mengawasi pemilu, termasuk pemilih pemula yaitu Santri. Kami ajak menjadi mitra kami dalam hal pengawasan. Jangan takut melapor, Berani Melapor Juara!,” imbuhnya.

Dalam acara itu, Komisioner Bawaslu Jepara divisi SDM Abdul Kalim menerangkan penyelenggara pemilu dibagi menjadi tiga yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). ”Selain KPU, Bawaslu menjadi salah satu penyelenggara pemilu yang tugasnya mengawasi tiap tahapan, melakukan pencegahan agar tidak terjadi pelanggaran, dan menindak apabila ada pelanggaran,” paparnya kepada Santri Balekambang.

Kalim menambahkan, selama ini yang diketahui masyarakat tentang penyelenggara pemilu hanya KPU. Padahal masih ada Bawaslu yang bersama sama menyukseskan pemilu.

”Acara ini selain sebagai pembelajaran mengenai aturan pemilu juga sebagai sarana kami memberikan sosialisasi terkait lembaga Bawaslu itu sendiri. Apa saja tugas wewenangnya, bagaimana tata cara melapor, dan bagaimana mekanisme penindakan kami,” tambahnya.

Salah satu pengurus Ponpes Balekambang Miftahuddin mengapresiasi usaha Bawaslu dalam memberikan pendidikan politik kepada santrinya. Menurutnya pendidikan politik seperti ini penting untuk membekali generasi muda berdemokrasi.

” Harapannya dapat meminimalisir kecurangan pemilu. Terlebih untuk santri yang masih awam dalam hal politik,” tandas Miftahuddin.

(ks/war/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia