Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Nilai IPK Rendah, Puluhan Pelamar CPNS di Rembang Dicoret

19 November 2019, 13: 27: 14 WIB | editor : Ali Mustofa

COBA PERUNTUNGAN: Seorang CPNS warga Rembang tampak mengakses situs pendaftaran CPNS online kemarin.

COBA PERUNTUNGAN: Seorang CPNS warga Rembang tampak mengakses situs pendaftaran CPNS online kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Puluhan pelamar CPNS terpaksa dicoret sebelum mengikuti tes. Ini gara-garanya mereka kurang cermat untuk melengkapi berkas pendaftaran online. Salah satunya paling banyak karena Indeks Nilai Komulatif (IPK) mereka kurang rendah.

Data terbaru Minggu (18/11) pukul 15.00 WIB. Total data pelamar yang tak memenuhi syarat (TMS) mencapai 98 pelamar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kabupaten Rembang, Suparmin melalui Kabid Pengembangan Kepegawaian Marsono. Menurutnya jumlah pendaftar setiap hari terus mengalami peningkatan. Sampai hari Senin di Rembang angkanya sudah mencapai diatas 500 pelamar.

”Sebelumnya sudah dikoreksi 438 pelamar di hari Minggu. Ada lagi 109 untuk dikoreksi. Yang dinyatakan TMS cukup banyak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (18/11).

Untuk data kompletnya baru bisa disajikan sampai Minggu. Kebetulan Marsono ada tugas luar kota. Terkait yang dinyatakan TMS 98 orang. Sementara yang memenuhi syarat (MS) 177 pelamar. Dari hasil sementara total 438 pendaftar.

Sisanya masih dipending. Rencananya pekan ini rapatkan. Jadi setiap hari terus dilakukan sistem evaluasi pendaftaran CPNS. Pertimbangan masih pending cukup banyak. Mungkin masih membutuhkan kelengkapan berkas dari formasi yang diambil.

”Khusus yang pending kita rapatkan dahulu. Jadi harus ada koordinasi. Baru bisa kita  menyatakan apakah pendaftar MS dan tidak MS,” terangnya.

Terkait kesalahan fatal yang dilakukan pendaftar cukup banyak. Untuk yang dinyatakan TMS rata-ratanya kepadanya bukan bupati. Melainkan ditunjukan Gubernur. "Termasuk nilai IPK kurang 3, sebab minimal sudah ditentukan," ujarnya.

Jadi terkait IPK kebijakan beda tiap daerah. Lalu kesalahan lain berkas yang harus dilampirkan tidak ada kelengkapan materai. Sehingga pelamar mengalami kesalahan fatal. Lainnya ada formasi atau institusi tidak diisi.

”Untuk kaitannya data kependudukan bisa dikoordinasikan OPD bersangkutan.  Termasuk ada pelamar perempuan ditulis laki-laki. Jadi belum clear makanya harus dikonfirmasikan,” dorongannya.

 Menurutnya BKD Rembang selalu membuka diri. Meskipun pelamar menayakan lewat telepon, WA maupun datang langsung di kantor BKD setempat. Ini mengantisipasi adanya kesalahan teknis yang berakibat tidak lolos hanya administrasi.

Pihaknya menambahkan pendaftaran CPNS masih dibuka sampai pekan depan. Terkait penutupan sampai 25 November. Semua menjadi kewenangan pusat. Jadi daerah sebatas membantu atau memfasilitasi warga.

”Terkait pendaftar yang pernah ikut tahun 2018 dipersilahkan daftar. Nanti dapat menggunakan data lama atau pilihan yang lain,” himbaunya.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia