Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Gara-gara Hal Teknis, 27 Pendaftar CPNS di Rembang Dinyatakan TMS

16 November 2019, 15: 02: 44 WIB | editor : Ali Mustofa

PANTAU KONDISI: Kepala BKD Rembang Suparmin didampingi Kabid Pengembangan Kepegawaian Marsono mengecek ruangan help desk kemarin.

PANTAU KONDISI: Kepala BKD Rembang Suparmin didampingi Kabid Pengembangan Kepegawaian Marsono mengecek ruangan help desk kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Banyak pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang tidak memenuhi syarat (TMS) gara-gara hal teknis. Di Rembang sudah muncul 27 pendaftar. Praktis, pelamar ini tidak dapat ikut seleksi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rembang Suparmin saat mengatakan, hingga Kamis (14/11) pukul 16.00 ada 27 pendaftar yang dinyatakan TMS. Evaluasinya dengan berbagai pertimbangan. ”Kami setiap hari mengevaluasi. Untuk mengetahui yang TMS atau MS (memenuhi syarat),” ungkapnya kemarin.

Dia menjelaskan, pendaftar yang dinyatakan TMS berbagai alasan. Ada pelamar yang tak ditujukan kepada bupati. Namun ditunjukan gubernur. Ada juga lamaran yang tak ditulis tangan. Di Rembang sampai kemarin pukul 10.30 yang dinyatakan TMS ada 27 pelamar. Sedangkan yang dinyatakan memenuhi syarat ada 37 pendaftar. ”Selebihnya, 113 pendaftar masih dalam pemeriksaan berkas. Informasi kami update sampai Jumat pukul 10.30,” terangnya.

Lalu bagaimana nasib pelamar yang dinyatakan TMS? Suparmin memaparkan, ada langkah-langkah yang dapat dimanfaatkan pelamar. Disebutkan, tahun ini ada masa sanggah. Mulai 17 sampai 19 Desember. Saat masa sanggah itu, jika pelamar merasa benar namun dinyatakan TMS bisa diurus. Sebaliknya jika memang salah, otomatis tak dapat diperbaiki. Sehingga dipastikan pelamar CPNS tak dapat melanjutkan.

”Jika persyaratan jelas salah ya tidak bisa diurus. Tapi, kalau ada keraguan bisa konsultasi ke bagian help desk. Bisa datang langsung maupun lewat WA,” katanya.

Dipastikan semua pelamar bakal dilayani. Untuk antisipasi hanya kesalahan melamar tidak bisa gara-gara persyaratan. Help desk buka sampai pukul 16.00.

Dia menambahkan, tahun ini pelamar tak bisa memantau pesaing. Ini berbeda dari tahun lalu yang masih bisa memantau pesaing lewat website. Dengan melihat jumlah pelamar di salah satu instansi.

Berbeda dengan Rembang, di Kabupaten Pati tim verifikator dari Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Pati baru akan memverifikasi berkas pelamar mulai pekan depan atau Senin (18/11). Plt Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Pati Jumani melalui Kabid Formasi dan Jabatan Rizki Hermanu menjelaskan, pelamar CPNS bakal terus mengalami kenaikan hingga penutupan pendaftaran CPNS pada 27 November mendatang.

Verifikasi dilakukan seiring dengan pelamar yang terus bertambah. Sebab, CPNS tahun lalu ada sekitar 9 ribu pelamar dari Pati bahkan dari luar pulau. Untuk tahun ini, bisa dilihat di akhir pendaftaran. Pada hari pertama pendaftaran, ada 28 pelamar. Kemudian hari ketiga kemarin, sudah 133 pelamar.

”Hasil verifikasi akan diumumkan pada 18 Desember nanti. Setelah itu, akan ada masa sanggah pada 19-21 Desember. Masa sanggah selama tiga hari itu, untuk pelamar yang merasa keberatan dinyatakan TMS pada seleksi administrasi,” jelasnya.

Apabila ada pelamar TMS yang menyanggah, instansi diberikan waktu selama sepekan untuk memberikan jawaban. Hasil sanggah diumumkan 30 Desember. Pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi atau memenuhi syarat (MS) wajib mencetak kartu peserta ujian untuk dibawa saat pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD).

Rencananya, seleksi SKD akan dilaksanakan mulai Februari 2020 nanti. Sementara tempat pelaksanaannya, akan diumumkan sebelum seleksi. Rencananya tes CAT CPNS akan dilaksanakan di Kabupaten Pati. Berbeda dengan seleksi CPNS 2018 yang dilaksanakan di provinsi.

”Pelaksanaan CAT (computer asssisted test) akan dilaksanakan di Pati. Pemkab Pati akan memfasilitasi. Namun, saat ini masih menunggu proses pengadaan sarpras,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Pati mendapatkan 494 formasi pada seleksi CPNS 2019 ini. Paling banyak untuk tenaga pendidikan, 318 formasi. Sedangkan formasi lain, ada tenaga kesehatan dengan 165 formasi dan tenaga teknis hanya satu formasi. Selain itu, dialokasikan untuk tenaga pendidikan dari difabel 10 formasi.

Di Kabupaten Jepara, pendaftar CPNS hingga kemarin sudah sekitar 600 orang. Namun, yang sudah menentukan instansi dan menyelesaikan proses unggah berkas persyaratan baru mencapai 249 orang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus di help desk BKD Jepara kemarin relatif sepi. Admin BKD sibuk memverifikasi berkas yang diunggah pendaftar di laman pendaftaran CPNS. Hanya ada tiga orang yang datang ke help desk usai apel pagi kemarin.

Ada satu monitor di dalam ruangan khusus itu. Monitor tersebut menunjukkan pergerakan jumlah pendaftar CPNS di Jepara. Saat admin memverifikasi berkas unggahan pendaftar, juga terlihat di monitor tersebut. ”Yang sudah memilih Kabupaten Jepara 600-an. Tapi, yang sudah melengkapi persyaratan dan menentukan instansi hanya 249 orang,” kata Burhan, salah satu admin.

Sementara itu, Kabid Perencanaan dan Pengembangan SDM di BKD Jepara Sridana Paminto mengatakan, berdasarkan pergerakan pendaftar jumlahny rendah. Sudah lima hari sejak dibuka belum menyentuh angka sesuai jumlah formasi. Yakni 381 formasi.

”Kami perkirakan mulai ramai menjelang penutupan. Pendaftaran ditutup 24 November. Namun, kami mengimbau pendaftar segera menyelesaikan proses pendaftaran. Mengantisipasi menumpuknya pendaftar di akhir penutupan. Biasanya server mulai ngadat,” katanya.

Diketahui, CPNS di Jepara membuka 381 formasi. Terdiri dari formasi khusus disabilitas tenaga guru delapan formasi, formasi umum tenaga guru 239 formasi, tenaga kesehatan 82  formasi, dan tenaga teknis 52 formasi.

(ks/noe/put/war/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia