Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Puncak Milad ke-107 Muhammadiyah Diisi Pengajian hingga Santunan

16 November 2019, 13: 17: 26 WIB | editor : Ali Mustofa

RANGKAIAN MILAD: Sekda Kudus Sam’ani Intakoris menggunting balon menandai dimulainya kegiatan jalan sehat dalam rangka Milad ke-107 Muhammadiyah.

RANGKAIAN MILAD: Sekda Kudus Sam’ani Intakoris menggunting balon menandai dimulainya kegiatan jalan sehat dalam rangka Milad ke-107 Muhammadiyah. (HUMAS MUHAMMADIYAH KUDUS FOR RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah akan berlangsung malam ini di aula Universitas Muhammadiyah Kudus (Umku). Sekitar 1.500 orang diperkirakan akan menghadiri puncak rangkaian milad itu. Acara itu akan diisi dengan pengajian, santunan, pemberian beasiswa, hingga pembagian hadiah hasil lomba.

”Lombanya mulai dari mewarnai, menggambar, keagamaan seperti tahfiz, pildacil, fahmil Alquran. Lalu memasak untuk amal usaha dan juga untuk diikuti jajaran PDM dan PCM,” ujar Ketua Panitia Purwanta.

Selain penyerahan hadiah, malam puncak milad itu juga diisi dengan pemberian santunan. Diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu. Juga ada beasiswa untuk siswa peraih juara Olympic Ahmad Dahlan (Olympicad) nasional VI.

Resepsi Milad ke-107 Muhammadiyah itu juga akan dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’thi. Panitia juga bakal menampilkan tari saman dari Pondok Muhammadiyah dan paduan suara dari Umku.

                Diperkirakan sekitar 1.500 orang akan menghadiri resepsi itu. Para tamu undangan di antaranya Plt Bupati Kudus, dan jajaran Forkopimda. Panitia juga mengundang para pimpinan cabang/ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kota Kretek.

                ”Harapan kami, melalui milad ini Muhammadiyah Kudus dapat lebih berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menyangkut dimensi mencerdaskan budaya, sistem, dan lingkungan. Sehingga luas cakupannya dalam perikehidupan kebangsaan,” jelas Ketua PD Muhammadiyah Kudus Hilal Madji.

                Dalam perspektif Islam, pihaknya berusaha turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu identik dengan membangun bangsa berkebudayaan Iqra dan membentuk peradaban maju yang cerah-mencerahkan. ”Dengan pandangan Islam berkemajuan, senantiasa berusaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Sehingga Muhammadiyah dan umat Islam merupakan bagian integral dari bangsa ini,” imbuhnya. (nia)

(ks/lid/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia