Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Pencemaran Air Laut di Pantai Kaliori Tak Kunjung Ada Solusi

16 November 2019, 09: 39: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

PULANG MELAUT: Seorang nelayan Kaliori pulang melaut di pantai Wates, Kaliori yang kondisi airnya cukup keruh kemarin.

PULANG MELAUT: Seorang nelayan Kaliori pulang melaut di pantai Wates, Kaliori yang kondisi airnya cukup keruh kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Share this      

REMBANG, Radar Kudus – Pencemaran air laut di sepanjang pantai Kaliori hingga kini belum terpecahkan. Pihak warga maupun pengelola pasrah. Sebab tiga tahun dengan kasus yang sama tidak ada perubahan. Meskipun beberapa kali dicek ataupun diambil samplenya.

Kondisi ini cukup ironis. Apalagi yang terdampak wisata pantai. Padahal ini baru getol-getolnya pengelolaannya berkembang. Seperti halnya di Pantai Pasir Putih, Wates. Kondisi ini tentu merugikan pengelola, pedagang maupun pengunjung.

Ketua Pengelola Pantai Wates, Heru Prasetyo saat ditanya update kondisi pantai yang dikelolanya saat ini belum berubah. Dikatakan masih keruh. Untuk bau tidak menyengat. Alias normal, hanya lumpur masih terlihat.

”Masih seperti hari Kamis, airnya belum normal. Kebetulan ini ada petugas dari Perhutani yang tergerak ikut menyikapi limbah di laut. Rencananya Sabtu ini akan membahas persoalan bersama di Pantai Wates,” katanya kepada koran ini.

Menurut Pras, tergeraknya pihak Perhutani menyikapi limbah karena melihat langsung kondisi real dilapangan. Kebetulan ada salah satu warga Purworejo, Kaliori. Harapannya urun rembug ini sama-sama bisa mencarikan solusi.

Sebagai pengelola pihaknya tentu mendukung. Karena dampak limbah otomatis berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Meskipun hanya dapat pasrah. Karena kasus semacam ini terus terjadi tahunan.

”Kalau lapor sudah sering kita lakukan (pengelola dan warga). Tetapi setelah mengadu di DLH ataupun dewan belum ada perubahan signifikan. Meskipun pernah mediasi ataupun diambil sampelnya” pengakuannya.

Sementara itu saat dicoba konfirmasi DLH Rembang belum menerima laporan. Demikian OPD tersebut berjanji segera tindak lanjuti. Walaupun secara mekanisme harusnya ditunjukkan lewat dinas, baru turun di bidang selanjutnya di desposisi pengaduannya.

”Kalau laporan kami belum terima. Saya pribadi baru tugas di Jogjakarta. Mungkin bisa di kroscek bagian pengaduan. Biasanya kalau pengaduan kami terima, langsung kita turun lapangan dan mencari penyebab sebenarnya,” Kata Kabid Penataan dan Penaaatan, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), Budi Prianggodo.

(ks/noe/ali/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia