Jumat, 13 Dec 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Banyak Data Tak Sinkron, Disdukcapil Kudus Buka Layanan Help Desk

15 November 2019, 13: 56: 41 WIB | editor : Ali Mustofa

LAYANAN KHUSUS: Salah satu warga keluar dari ruang help desk Disdukcapil Kudus setelah mengurus problem seputar nomor KK dan NIK kemarin.

LAYANAN KHUSUS: Salah satu warga keluar dari ruang help desk Disdukcapil Kudus setelah mengurus problem seputar nomor KK dan NIK kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Share this      

KUDUS, Radar Kudus – Pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 sudah dimulai sejak awal pekan ini. Selama kurun waktu sekitar empat hari, sejumlah masyarakat mengalami kesulitan untuk login akun.

Permasalahan yang ditemui, kebanyakan terkait ketidaksinkronan nomor KK dan NIK. Untuk membantu permasalahan ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kudus membuka help desk pengaduan NIK dan KK.

Inovasi layanan ini, mulai dijalankan sejak kemarin. Disdukcapil Kudus menyiapkan ruangan khusus untuk pelayanan ini. Letaknya berada di ruang paling depan gedung pelayanan kependudukan. Layanan ini pun langsung diserbu masyarakat yang kebanyakan memiliki keluhan yang sama. Tidak bisa login ke akun sscasn, karena NIK dan nomor KK tidak sinkron.

Plt Kepala Disdukcapil Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, layanan ini disiapkan untuk merespon terkait beberapa persoalan terkait persyaratan dalam pendaftaran CPNS 2019. Salah satunya terkait validasi data kependudukan.

”Kami buat ruang khusus untuk pengaduan masyarakat yang mengalami kesulitan dalam hal validasi NIK dan nomor KK,” katanya.

Dia menerangkan, ketidaksesuaian NIK dan nomor KK ini kebanyakan karena yang bersangkutan sebelumnya telah melakukan perubahan data. Sehingga mengakibatkan nomor KK berubah dan data di pusat belum sinkron.

Setelah masyarakat mengadukan keluhan ini ke Dukcapil, pihaknya secepat mungkin memproses. Langkahnya, dengan cara mengirim data NIK lewat kultur jaringan untuk di-update. Data pemohon biasanya dapat berubah setelah 1x24 jam.

”Untuk proses regular seperti itu. Namun ketika keadaan darurat, kami dapat menggunakan jalur komunikasi WhatsApp antara personal daerah ke personal pusat,” terangnya.

Salah satu warga yang melakukan pengadukan Bintoro, 29, mengaku terbantu dengan layanan yang ada di Disdukcapil Kudus ini. Dengan adanya help desk pengaduan NIK dan KK ini, dirasa memudahkan masyarakat untuk memecahkan masalah yang dialami ketika menemui permasalahan.

”Saya kemarin login akun di website. Tapi belum bias, karena data NIK tidak bisa digunakan untuk login. Sesuai arahan yang ada di website, saya datang ke kantor Disdukcapil untuk berkonsultasi masalah ini. Ternyata sudah disipkan layanan khusus. Sangat membantu. Jadi, bisa lebih cepat mengetahui problem dan solusinya,” katanya.

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia